Minggu, 26 April 2026

Ambon Hari Ini

Temu Karya Karang Taruna Maluku 2026: PNKT Tegaskan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Bahtiar secara tegas meminta agar Karang Taruna dipandang sebagai partner berpikir pemerintah, bukan sekadar tenaga pendukung teknis di lapangan.

Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/ Novanda Halirat/Novanda Halirat
KARANG TARUNA - Wakil Ketua Umum PNKT Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan, Bahtiar Sebayang, menekankan bahwa Karang Taruna harus diposisikan sebagai aset dan mitra strategis pemerintah, bukan sekadar pelengkap kegiatan seremonial, Sabtu (21/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • PNKT menegaskan arah baru gerakan pemuda di Maluku dalam Temu Karya Karang Taruna Provinsi Maluku bertema.
  • Di bawah tema “Satukan Gerakan Wujudkan Indonesia Emas 2045” yang digelar di Santika Premiere Hotel, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
  • Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum PNKT Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan, Bahtiar Sebayang, menekankan bahwa Karang Taruna harus diposisikan sebagai aset dan mitra strategis pemerintah, bukan sekadar pelengkap kegiatan seremonial.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) menegaskan arah baru gerakan pemuda di Maluku dalam Temu Karya Karang Taruna Provinsi Maluku bertema.

Di bawah tema “Satukan Gerakan Wujudkan Indonesia Emas 2045” yang digelar di Santika Premiere Hotel, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (21/2/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum PNKT Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan, Bahtiar Sebayang, menekankan bahwa Karang Taruna harus diposisikan sebagai aset dan mitra strategis pemerintah, bukan sekadar pelengkap kegiatan seremonial.

Karang Taruna Harus Jadi Aset, Bukan Beban

Bahtiar secara tegas meminta agar Karang Taruna dipandang sebagai partner berpikir pemerintah, bukan sekadar tenaga pendukung teknis di lapangan.

“Kami ingin Karang Taruna dipandang sebagai aset. Jadi partner strategis, kawan berpikirnya pemerintah, teman diskusi pemerintah. Bukan beban,” tegasnya.

Ia menyoroti praktik yang selama ini terjadi di sejumlah daerah, di mana organisasi kepemudaan kerap hanya dilibatkan sebagai tenaga pendukung kegiatan seperti penyaluran bantuan sosial, pendamping reses, hingga pekerjaan teknis acara.

Menurut Bahtiar, pola tersebut harus diubah. Karang Taruna, kata dia, harus dilibatkan dalam proses perencanaan hingga evaluasi pembangunan daerah.

“Kalau anak muda tidak dibiasakan terlibat dari sekarang, kapan lagi kita akan mengerti bagaimana negara dan daerah ini dimajukan?” ujarnya.

Baca juga: Satukan Gerakan Pemuda, Karang Taruna Maluku Siap Dukung Pembangunan Daerah

Baca juga: Temu Karya Karang Taruna Maluku: Satukan Gerakan Menuju Indonesia Emas 2045

Syarat Jadi Mitra Strategis: Kapasitas dan Integritas

Namun Bahtiar juga mengingatkan, keinginan menjadi mitra strategis harus dibarengi dengan kualitas organisasi yang memadai.

“Kalau mau jadi teman diskusi pemerintah, kualifikasi harus baik. Kapasitas harus cukup. Integritas harus oke,” katanya.

Ia menegaskan, Karang Taruna tidak boleh datang kepada pemerintah dengan kepentingan pribadi atau kelompok, seperti meminta proyek, bantuan atau pembagian anggaran.

“Kalau mau jadi teman berpikir pemerintah, kita tidak bisa datang dengan kepentingan-kepentingan seperti itu,” tegasnya.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved