Ambon Hari Ini
Sidak MBG di Sekolah, Wawali Ambon Temukan Keterlambatan dan Keluhan Kualitas Makanan
Dalam sidak ditemukan keterlambatan distribusi MBG, bahkan di SD Xaverius makanan tiba setelah siswa pulang,
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta melakukan sidak ke sejumlah sekolah untuk memastikan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai ketentuan.
- Dalam sidak ditemukan keterlambatan distribusi MBG, bahkan di SD Xaverius makanan tiba setelah siswa pulang, serta keluhan kualitas makanan dari para siswa.
- Pemerintah Kota Ambon langsung melakukan evaluasi dan memberikan teguran kepada pengelola dapur MBG, serta menegaskan pengawasan akan terus diperketat.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah untuk memastikan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai ketentuan.
Dalam sidak tersebut, Ely menemukan adanya keterlambatan pengantaran makanan ke beberapa sekolah.
Bahkan, di salah satu sekolah, makanan MBG tiba setelah para siswa pulang.
Baca juga: Nanang Zulkarnain Faisal Resmi Dilantik sebagai Ketua PN Ambon
Baca juga: Tekan Angka Kecelakaan, Polisi Gencar Edukasi Tukang Ojek di Ambon
Kondisi tersebut terjadi di SD Xaverius, dengan penyuplai makanan berasal dari dapur MBG Ahusen 2. Akibatnya, program MBG tidak dapat dirasakan langsung oleh siswa di sekolah.
“SD Xaverius itu yang betul-betul MBG-nya sampai di saat siswanya sudah pulang,” ujar Ely Toisutta kepada awak media di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon, Jumat (13/2/2026).
Tak hanya soal keterlambatan, Ely juga mengungkapkan adanya keluhan dari siswa terkait kualitas makanan. Saat berdialog langsung dengan para siswa, ia menerima laporan tentang ompreng yang berbau, nasi yang lembek dan basah, serta sayuran yang tidak enak.
Menurutnya, masukan yang disampaikan siswa bersifat polos dan lugas karena berasal dari pengalaman yang mereka rasakan secara langsung.
“Masukan polos dari anak-anak ini justru yang harus kita perhatikan. Itu menjadi dasar bagi kami untuk melakukan pengawasan dan memberikan teguran kepada pengelola dapur-dapur tersebut. Ini bagian dari pengawasan komersial,” tegasnya.
Ely menjelaskan, sidak dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya agar pemerintah dapat melihat kondisi riil di lapangan.
“Kalau diberitahu dulu, tentu semuanya sudah dirapikan. Kami ingin melihat kondisi sebenarnya,” tambahnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Pemerintah Kota Ambon langsung melakukan evaluasi dan memberikan teguran kepada kepala SPPG serta penanggung jawab gizi di masing-masing dapur MBG.
“Pengawasan akan terus dilakukan, termasuk evaluasi terhadap tampilan dan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak,” tutupnya. (*)
| Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Raja Soya Naik Tahap Lidik, Julia dan Vita Segera Dipanggil Polisi |
|
|---|
| Kasus Dugaan Penggelapan Mandek, Mirnawati Ngaku Rugi Puluhan Juta dan Kecewa Penanganan Polisi |
|
|---|
| Saksi HA Kembalikan Rp. 200 Juta, Kejari Malteng: Penyidikan Korupsi Bansos Tidak Berhenti |
|
|---|
| Kadis Perindag Maluku Ajak Warga Belanja di Dalam Pasar Mardika, Siap Tertibkan Pedagang Luar |
|
|---|
| Kuasa Hukum Reno Rehatta Soroti Pemkot Ambon Abaikan Amar Putusan PTUN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/sidak-mbg-lagi.jpg)