Sabtu, 9 Mei 2026

Ambon Hari Ini

Siswa SMA di Ambon 2 Kali Dianiaya, Ibu Korban Minta Polisi Bertindak Tegas

Ironisnya, hingga kini laporan keluarga korban belum menunjukkan perkembangan berarti di kepolisian.

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi Pengeroyokan 

Ringkasan Berita:
  • Seorang siswa SMA berinisial GM (16), di Ambon diduga menjadi korban penganiayaan berulang dalam dua peristiwa berbeda sepanjang Januari 2026. 
  • Ironisnya, hingga kini laporan keluarga korban belum menunjukkan perkembangan berarti di kepolisian.
  • Ibu korban, Patricia Souhoka (33) yang akrab disapa Tessa, mengungkapkan bahwa anaknya yang masih duduk di bangku kelas II SMA pertama kali dianiaya pada Kamis (8/1/2026) siang.
  • Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.50 WIT. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Seorang siswa SMA berinisial GM (16), di Ambon diduga menjadi korban penganiayaan berulang dalam dua peristiwa berbeda sepanjang Januari 2026. 

Ironisnya, hingga kini laporan keluarga korban belum menunjukkan perkembangan berarti di kepolisian.

Ibu korban, Patricia Souhoka (33) yang akrab disapa Tessa, mengungkapkan bahwa anaknya yang masih duduk di bangku kelas II SMA pertama kali dianiaya pada Kamis (8/1/2026) siang.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.50 WIT. 

Saat itu, Tessa menerima pesan darurat dari anaknya yang sedang berada di rumah temannya di kawasan Kadewatan, lorong depan KFC Kakialy, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

“Anak saya chat bilang, Mama tolong beta dolo. Dia bilang dia mau diserang,” ujarnya kepada TribunAmbon.com, Rabu (21/1/2026).

Baca juga: Bupati Fachri Pastikan Penegakan Disiplin ASN di SBT Tanpa Pandang Bulu

Baca juga: APBD SBT Dipotong, Belanja PPPK Malah Tembus Rp 100 Miliar Lebih

Mendapat kabar tersebut, Tessa langsung bergegas dari rumahnya di Passo menuju lokasi. 

Namun setibanya di tempat kejadian, ia hanya mendapati kerumunan warga. 

Teman-teman GM mengatakan bahwa korban sudah pulang lebih dulu.

“Mereka bilang GM sempat dipukul satu orang, tapi tidak tahu siapa pelakunya karena tidak pakai seragam sekolah,” jelasnya.

Sesampainya di rumah, Patricia mendapati kondisi anaknya memprihatinkan. 

GM mengalami luka robek di bibir atas dan bawah, mimisan, serta memar di bagian dada.

Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Ambon dengan Nomor Laporan Polisi: LP/B/25//2026/SPKT/POLRESTA AMBON/POLDA MALUKU. 

Korban juga telah menjalani visum di RS Bhayangkara Ambon.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved