Sabtu, 9 Mei 2026

Ambon Hari Ini

Soal Kasus Keracunan MBG di SDN 35 Ambon, SPPG Nania Sebut Masih Menunggu Hasil Lab

Fat mengatakan bahwa pihak SPPG dan BPOM telah melakukan pemeriksaan di pabrik mie saat itu

Tayang:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
Tribunambon/vanda
DUGAAN KERACUNAN MBG- Potret salah seorang Mitra di SPPG Nania, Fat, saat diwawancarai Tribunambon.com, terkait dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di SD Negeri 35 Ambon, bertempat di dapur MBG SPPG Nania, Senin (22/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nania masih menunggu hasil pemeriksaan makanan yang menjadi pemicu keracunan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 35 Ambon.

"Pihak BPOM Ambon langsung ambil sampelnya dari pihak sekolah dan SPPG, jadi sekarang kami masih menunggu hasilnya," Ucap mitra di SPPG Nania, Fat kepada TribunAmbon.com, Senin (22/09/2025).

Fat mengatakan bahwa pihak SPPG dan BPOM telah melakukan pemeriksaan di pabrik mie saat itu dan menyarankan untuk tidak ada penggunaan menu mie lagi. 

"Dari BPOM Ambon menyarankan untuk tidak ada mie-mie lagi," tuturnya.

Baca juga: Meski Ambruk, Jembatan Wai Besi VI di Jalur Trans Seram Hanya Bisa Dilalui Kendaraan Ringan

Baca juga: Warga Dikeroyok Belasan Oknum Brimob di Seram Bagian Timur, Ini Kronologinya

Lanjut dikatakan, bahwa setiap dilakukan penyaluran MBG, bagian ahli gizi sudah menyimpan sampel makan.

Hal itu dilakukan guna terjadi masalah dikemudian hari, bisa langsung diambil sampelnya. 

"Setiap akan penyaluran kita ambil sampel dan simpan di lemari pendingin, apabila terjadi masalah kita sudah ada sampelnya dan untuk disekolah yang keracunan kita ambil lagi sampelnya," ujarnya.

Selain itu juga, sebelum dilakukan penyaluran makanan, pihak dari ahli gizi dan Babinsa sudah melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. 

"Saat ini Sebelum disalurkan MBG, dari ahli gizi dan Babinsa yang duluan mencoba terlebih dahulu," pungkasnya.

Untuk itu, dirinya juga berharap kepada pihak sekolah yang sudah dibagikan MBG, agar segera membagikan makanan kepada siswa dan jangan dilakukan penundaan pada waktu yang ditentukan. 

"Kita harus sampaikan ke penerima manfaat untuk tidak boleh menunda makanan saat diberikan, jangan di tahan-tahan, ini yang ingin kita sampaikan ke pihak sekolah" harapnya. 

Diberitakan sebelumnya, belasan siswa SD Inpres 35 Passo, Ambon, dilarikan ke rumah sakit diduga mengalami keracunan makanan, Jumat (19/9/2025). 

Insiden ini terjadi usai mereka mengonsumsi makanan yang disalurkan melalui program makanan bergizi gratis (MBG).

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol. Yoga Putra Prima Setya, membenarkan kejadian tersebut. 

"Sekitar pukul 14.30 WIT, terjadi keracunan yang diduga berasal dari makanan bergizi gratis," jelasnya.

Total ada 16 siswa yang menunjukkan gejala keracunan, seperti mual dan pusing. 

Mereka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) di Desa Negeri Lama untuk mendapatkan penanganan medis darurat. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved