Selebrasi Maluku
Euforia Piala Dunia Mulai Terasa di SBT, Bendera Portugal, Brasil dan Argentina Laku Keras
Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kota Bula, SBT, ditandai dengan maraknya penjualan bendera dan atribut tim peserta di sejumlah titik.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kota Bula, SBT, ditandai dengan maraknya penjualan bendera dan atribut tim peserta di sejumlah titik.
- Pedagang mengaku bendera Portugal, Brasil, dan Argentina menjadi yang paling banyak diburu oleh warga.
- Saat penjualan ramai, pedagang bisa meraup omzet hingga Rp500 ribu–Rp600 ribu per hari dari penjualan atribut Piala Dunia.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM –Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Menjelang perhelatan sepak bola terbesar di dunia itu, sejumlah pedagang mulai menjajakan berbagai atribut dan pernak-pernik tim peserta untuk memenuhi tingginya minat masyarakat.
Pantauan TribunAmbon.com, Minggu (31/5/2026), di kawasan sekitar Hotel Akham Kota Bula, deretan bendera negara peserta Piala Dunia tampak dipajang di sepanjang pinggir jalan.
Baca juga: Program Magang Magenta Batch 2 yang Digelar Pelindo Masih Buka, Terakhir Daftar 3 Juni 2026
Baca juga: Prakiraan Cuaca di Maluku Minggu 31 Mei 2026: Delapan Daerah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
Berbagai ukuran bendera ditawarkan kepada warga yang ingin menunjukkan dukungan terhadap tim nasional favorit mereka.
Salah satu pedagang, Agus (30), mengaku mulai merasakan peningkatan minat pembeli sejak memasuki masa menjelang turnamen.
Pria asal Bandung, Jawa Barat, itu mengatakan tiga negara yang paling banyak dicari warga hingga saat ini adalah Portugal, Brasil, dan Argentina.
“Yang paling laris Portugal, Brasil, dan Argentina,” ujar Agus saat ditemui TribunAmbon.com.
Menurutnya, ketiga negara tersebut memang memiliki banyak pendukung di Kota Bula. \
Setiap kali Piala Dunia digelar, atribut tim-tim unggulan selalu menjadi incaran para penggemar sepak bola.
Meski enggan membeberkan keuntungan secara rinci, Agus mengaku penjualan atribut sepak bola masih memberikan pemasukan yang cukup baik baginya.
“Ya ada saja untungnya. Namanya juga jualan, kadang ramai, kadang sepi,” katanya.
Saat antusiasme masyarakat sedang tinggi, Agus mengaku mampu meraih omzet hingga ratusan ribu rupiah dalam sehari.
“Kalau lagi ramai, paling tinggi bisa dapat sekitar Rp500 ribu sampai Rp600 ribu sehari,” ungkapnya.
Selain bendera, Agus juga menyediakan berbagai atribut pendukung lainnya yang berkaitan dengan Piala Dunia 2026.
| Piala Dunia 2026, Rovik Afifuddin: Akan Lahir Juara Dunia Baru dan itu adalah Belanda |
|
|---|
| Portugal Dijagokan Juara Piala Dunia 2026, Kadis Dukcapil SBT: Kado Terakhir tuk Ronaldo |
|
|---|
| Meski Banyak Fans Belanda di Nusaniwe, Kapolsek Tetap Optimistis Brasil Jadi Juara |
|
|---|
| Yakin Selecao Juara, Kapolsek Nusaniwe Klaim Sudah Brasil ‘Sejak Lahir’ |
|
|---|
| Imbau Pecinta Sepak Bola Jaga Kamtibmas, Wakapolda Maluku: Fanatik Boleh Ribut Jangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/juala-atribu-piala.jpg)