Maluku Terkini
Ratusan Paket MBG Diduga Dibawa Pulang Guru, Siswa SMA Angkasa Pattimura Protes
Ratusan paket makanan yang seharusnya menjadi hak siswa diduga tidak diterima oleh penerima utama.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
“Kami tidak ada masalah dengan SPPG. Ini soal pihak sekolah. Ini hak siswa, bukan guru,” tegasnya.
Keluhan ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan siswa yang merasa hak mereka diabaikan. Mereka berharap ada evaluasi dan penjelasan dari pihak sekolah agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Hingga berita ini diturunkan, polemik tersebut belum sepenuhnya terjawab.
Terpisah, Kepala SMA Angkasa Pattimura, Sofia de’Lima, memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pada Rabu (22/4/2026), siswa memang tidak masuk sekolah.
Sementara itu, para guru tetap hadir karena menjalankan tugas serta mengikuti pertemuan dengan pihak yayasan.
“Makanan datang sekitar pukul 10.00 WIT. Saat itu siswa tidak masuk, hanya guru yang berada di sekolah karena ada pekerjaan dan pertemuan dengan Ketua Yayasan,” ujarnya saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, paket MBG sudah terlanjur diantarkan oleh pihak SPPG ke sekolah.
Karena tidak ada siswa, makanan tersebut kemudian dikonsumsi oleh guru yang hadir setelah menyelesaikan aktivitas mereka.
Ia juga menanggapi keluhan siswa yang datang dan mendapati makanan telah habis.
Sofia menyebut, siswa tersebut datang ke sekolah sekitar pukul 14.00 WIT setelah urusan pengambilan Program Indonesia Pintar (PIP) di bank.
“Siswa yang datang itu setelah dari bank, sekitar pukul 14.00 WIT. Mereka singgah ke sekolah dan melihat ompreng sudah kosong,” ujarnya.
Sofia menambahkan, pihak sekolah memang tidak memberikan informasi kepada seluruh siswa untuk kembali ke sekolah setelah pengambilan PIP.
"Karena tidak ada informasi dari sekolah juga untuk semua siswa yang mengambil PIP harus balik ke sekolah," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/MBG-Omprengku.jpg)