Minggu, 26 April 2026

Siswi Terlindas Truk TNI

Kini Dirawat di Rumah, Korban Dilindas Truk TNI Harap Dijenguk Pangdam XV Pattimura Mayjen Dody

Di tengah kondisi yang belum pulih, korban menyampaikan harapan agar dapat dijenguk langsung oleh Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Tri Winarto.

Istimewa/Weyber Pagaya
DILINDAS TRUK TNI - Tampak kondisi SKP (14) siswi SMP yang dilindas truk TNI kini menjalani perawatan di rumah setelah sempat dirawat intensif selama lebih dari satu bulan di rumah sakit, Jumat (17/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Seorang siswi SMP berinisial SKP (14), korban dilindas truk TNI di Kota Ambon, kini menjalani perawatan di rumah setelah sempat dirawat intensif selama lebih dari satu bulan di rumah sakit. 
  • Di tengah kondisi yang belum pulih, korban menyampaikan harapan agar dapat dijenguk langsung oleh Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Tri Winarto.
  • Harapan tersebut disampaikan melalui ayahnya, Weyber Pagaya.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Seorang siswi SMP berinisial SKP (14), korban dilindas truk TNI di Kota Ambon, kini menjalani perawatan di rumah setelah sempat dirawat intensif selama lebih dari satu bulan di rumah sakit. 

Di tengah kondisi yang belum pulih, korban menyampaikan harapan agar dapat dijenguk langsung oleh Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Tri Winarto.

Harapan tersebut disampaikan melalui ayahnya, Weyber Pagaya. 

Menurut Weyber kunjungan langsung dari pimpinan tertinggi TNI di wilayah Maluku itu menjadi bentuk perhatian yang sangat dinantikan oleh anaknya.

“Anak saya berharap bisa dijenguk langsung oleh Pangdam sekarang,” ujar Weyber, Jumat (17/4/2026).

Ia menambahkan, selama 41 hari menjalani perawatan di rumah sakit, korban belum sempat dijenguk oleh Pangdam sebelumnya, Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo.

Meski telah diperbolehkan pulang, kondisi SKP disebut masih jauh dari pulih. 

Saat ini, korban menjalani rawat jalan setelah sebelumnya menjalani operasi di RS Siloam Ambon dan perawatan intensif di RSUP Leimena.

“Korban sudah pulang ke rumah dan rawat jalan. Tapi kalau kondisinya memburuk, akan kembali dirawat di rumah sakit,” jelas Weyber.

Ia mengungkapkan, luka operasi di bagian panggul dan perut masih menimbulkan nyeri hebat. Bahkan, cairan dari bekas luka disebut masih keluar dan membuat korban terus merasakan sakit.

“Setiap malam dia menangis karena sakit. Untuk duduk dan berdiri saja harus dibantu, belum bisa berjalan,” ungkapnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Kota Ambon Sabtu 18 April 2026 Didominasi Berawan

Baca juga: Soal Pemberhentian Gaji ASN Tersandung Kasus Korupsi, Ini Penjelasan Plt. Sekot Ambon

Saat ini, korban baru sebatas latihan berdiri menggunakan tongkat dengan bantuan, dan belum mampu berjalan secara mandiri.

Selain kondisi fisik, aspek psikologis korban juga menjadi perhatian. Weyber menyebut anaknya kerap menangis dan mempertanyakan masa depan, termasuk kelanjutan pendidikannya.

“Dia sering tanya soal sekolah dan masa depannya. Ini sangat berat bagi anak seusianya,” katanya.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved