Sabtu, 9 Mei 2026

Siswi Terlindas Truk TNI

Siswi SMP Korban Truk TNI di Ambon Pulang dari RS, Ayah Harap Bantuan Berkelanjutan

Ayah korban, Weyber Pagaya, mengungkapkan bahwa anaknya saat ini menjalani rawat jalan setelah sebelumnya menjalani serangkaian operasi medis.

Tayang:
Istimewa
DILINDAS TRUK - Siswi SMP di Ambon masih dirawat di Rumah Sakit dan belum bisa berjalan meski sudah menjalani sejumlah operasi pasca dilindas truk TNI pada 6 Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Siswi SMP korban kecelakaan truk TNI di Ambon, SKP, kini rawat jalan usai menjalani operasi, namun kondisinya belum sepenuhnya pulih.
  • Ayah korban menyebut bantuan dari sopir truk sudah diberikan bertahap, namun belum mencukupi kebutuhan pemulihan jangka panjang.
  • Keluarga berharap ada tanggung jawab lanjutan dari pihak Kodam untuk mendukung proses penyembuhan korban.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kondisi siswi SMP berinisial SKP, korban kecelakaan truk TNI di Kota Ambon, masih jauh dari kata pulih meski kini telah diizinkan pulang dari rumah sakit.

Ayah korban, Weyber Pagaya, mengungkapkan bahwa anaknya saat ini menjalani rawat jalan setelah sebelumnya menjalani serangkaian operasi medis.

“Korban sudah pulang ke rumah dan rawat jalan. Tapi kalau kondisinya memburuk, akan kembali dirawat di rumah sakit,” ujar Weyber kepada TribunAmbon.com, Jumat (17/4/2026).

Sebelumnya, korban sempat menjalani operasi di RS Siloam Ambon, kemudian dirawat intensif di RSUP Leimena.

Baca juga: Tuntutan Terhadap Petrus Fatlolon Dipersoalkan: Nilai Kerugian hingga Kejanggalan Identitas

Baca juga: Ethen Depay Ditabrak Mesi, Kini Dirawat Intensif di RS Siloam Ambon

Bantuan Bertahap dari Sopir Truk

Di tengah proses pemulihan, Weyber menyebut adanya bantuan tambahan dari sopir truk TNI, Serda Sulaiman Laitupa.

“Semalam sopir datang lagi kasih bantuan Rp6,5 juta untuk beli tempat tidur. Sebelumnya juga sudah kasih Rp2,5 juta,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa bantuan tersebut belum cukup menjawab kebutuhan jangka panjang korban.

“Kami tetap berharap ada tanggung jawab lanjutan dari pihak Kodam,” tegasnya.

Kondisi Korban Masih Memprihatinkan

Weyber menegaskan kondisi anaknya masih sangat memprihatinkan, bertolak belakang dengan sejumlah pernyataan yang menyebut korban mulai membaik.

Korban masih merasakan nyeri hebat akibat luka operasi di bagian panggul dan perut. 

Bahkan, cairan dari luka disebut masih keluar dan berat badan korban terus menurun.

“Setiap malam dia menangis karena sakit. Untuk duduk dan berdiri saja harus dibantu, belum bisa berjalan,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved