Senin, 13 April 2026

Ambon Hari Ini

Luas Panen Jagung Maluku 2025 Naik 17,34 Persen, Tapi Produksi Justru Turun

Puncak panen jagung pipilan 2025 sama halnya dengan tahun 2024 yang terjadi pada Maret, dengan luas panen sebesar 0,87 ribu hektare pada Maret 2025.

Penulis: Maula Pelu | Editor: Mesya Marasabessy
Istimewa
Ekonomi Maluku - Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia, dalam acara peluncuran berita resmi statistik pada periode awal April 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Pada periode Januari hingga Desember 2025, luas panen jagung pipilan di Provinsi Maluku mencapai 2,63 ribu hektare.
  • Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku mencatat akan tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,39 ribu hektare atau 17,34 persen dibanding tahun 2024 yang sebesar 2,24 ribu hektare. 
  • Hasil ini disampaikan Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia, berdasarkan hasil survei terbaru meraka menggunakan metode survei KSA. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pada periode Januari hingga Desember 2025, luas panen jagung pipilan di Provinsi Maluku mencapai 2,63 ribu hektare.

Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku mencatat akan tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,39 ribu hektare atau 17,34 persen dibanding tahun 2024 yang sebesar 2,24 ribu hektare. 

Hasil ini disampaikan Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia, berdasarkan hasil survei terbaru meraka menggunakan metode survei KSA. 

Menurutnya, puncak panen jagung pipilan 2025 sama halnya dengan tahun 2024 yang terjadi pada Maret, dengan luas panen sebesar 0,87 ribu hektare pada Maret 2025. 

Puncak panen jagung pada Maret 2025 relatif lebih tinggi 0,11 ribu hektare (14,81 persen) dibandingkan Maret 2024.

Luas panen jagung hasil Survei KSA Jagung Tahun 2024-2025 terdiri dari (3) tiga jenis panen yaitu: panen hijauan, panen muda, dan panen pipilan. 

Luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 2,63 ribu hektare. 

Di sisi lain, luas panen hijauan dan luas panen muda pada 2025 masing-masing sebesar 0,69 ribu hektare dan 2,14 ribu hektare. 

“Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen (JPK-KA 28 % ) sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 9,38 ribu ton, mengalami penurunan sebesar 0,88 ribu ton atau -8,59 persen dibanding tahun 2024 yang sebesar 10,26 ribu ton,” tulis Maritje Pattiwaellapia.  

Produksi JPK-KA 28 % tertinggi pada 2025 dan 2024 terjadi pada bulan Maret yaitu sebesar 2,84 ribu ton pada Maret 2025 dimana mengalami penurunan sebesar 1,34 ribu ton atau sebesar -31,99 persen dibanding dengan Maret 2024 yang sebesar 4,18 ribu ton. 

Jika produksi JPK-KA 28 % dikonversikan ke jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen (JPK-KA 14 % ), produksi JPK-KA 14 % sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 6,93 ribu ton, atau mengalami penurunan sebesar 0,65 ribu ton (-8,59 persen) dibandingkan 2024 yang sebesar 7,58 ribu ton.

Baca juga: Wujudkan Kepedulian Sosial, TP PKK Provinsi Maluku Gelar Aksi Pengobatan Gratis di Ambon

Baca juga: PDGI Maluku Diharapkan Perkuat Layanan Kesehatan Gigi di Daerah

Penjelasan Teknis

Metode KSA dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang sekarang bergabung menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengestimasi luas panen jagung berdasarkan pengamatan yang objektif (objective measurement). 

Pendataan KSA jagung dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Provinsi DKI Jakarta. 

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved