Pemprov Maluku
Dialog Publik DPW GEMA Mathla’ul Anwar Maluku, Ini Pesan Hendrik Lewerissa
Dalam kegiatan itu, Lewerissa menekankan bahwa kemajemukan Maluku adalah anugerah sekaligus keniscayaan yang harus dijaga secara serius.
Ringkasan Berita:
- Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri dialog publik yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Muda (DPW GEMA) Mathla’ul Anwar Maluku, Jumat (27/2/2026).
- Forum bertema “Moderasi Beragama Sebagai Fondasi Harmoni Antar Umat Beragama di Maluku” ini mempertemukan unsur Pemerintah Provinsi Maluku, akademisi lintas kampus, dan generasi muda.
- Dalam kegiatan itu, Lewerissa menekankan bahwa kemajemukan Maluku adalah anugerah sekaligus keniscayaan yang harus dijaga secara serius.
TRIBUNAMBON.COM - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri dialog publik yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Muda (DPW GEMA) Mathla’ul Anwar Maluku, Jumat (27/2/2026).
Forum bertema “Moderasi Beragama Sebagai Fondasi Harmoni Antar Umat Beragama di Maluku” ini mempertemukan unsur Pemerintah Provinsi Maluku, akademisi lintas kampus, dan generasi muda.
Dalam kegiatan itu, Lewerissa menekankan bahwa kemajemukan Maluku adalah anugerah sekaligus keniscayaan yang harus dijaga secara serius.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kehidupan horizontal antarwarga sebagai fondasi stabilitas daerah.
Ia mengapresiasi kegiatan-kegiatan bertemakan moderasi agama dan menyatakan bahwa gerakan-gerakan civil society terkait perdamaian harus terus digencarkan.
"Menjaga Maluku tetap damai merupakan bagian dari misi Sapta Cita Lawamena, khususnya dalam menjaga dan merawat kohesi sosial," kata Hendrik.
Gubernur juga menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi prasyarat masuknya investasi.
Konflik komunal, kata dia, akan menjadi hambatan serius bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
Ia mengajak masyarakat mendukung Polri, TNI, serta seluruh stakeholder dalam menjaga keragaman dan kedamaian di tengah masyarakat.
Baca juga: Laut Arafuru Bagian Barat Potensi Alami Gelombang Tinggi per 28 Februari
Baca juga: Parkiraan Cuaca di Ambon: Potensi Hujan Ringan Siang hingga Malam Hari
Sementara itu, Ketua DPW Gema Mathla’ul Anwar Maluku, Bansa Hadi Sella, menegaskan bahwa dialog ini bukan sekadar seremoni.
“Moderasi beragama bukan slogan, tapi kebutuhan riil Maluku. Kita punya pengalaman pahit 1999. Jangan ada lagi ruang bagi narasi perpecahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, generasi muda Mathla’ul Anwar ingin memastikan ruang-ruang dialog terus hidup agar kohesi sosial tidak hanya menjadi jargon pemerintah, melainkan praktik sehari-hari warga.
Sisi lain, Politisi PPP Maluku, Rovik Akbar Afifudin, menyoroti peran generasi muda dalam ruang publik.
Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
Peran generasi muda tidak hanya sebagai konsumen informasi.
"Apabila ada pihak yang membangun kembali narasi perpecahan, maka pihak tersebut sedang mundur ke belakang, bukan maju ke depan," ungkap Rovik.
Menurut Rovik, setiap pemuda bertanggung jawab meninggalkan legacy bagi generasi berikutnya.
Harmoni dan persatuan harus menjadi warisan utama generasi saat ini.(*)
| Maluku Ajukan Hilirisasi Ubi Kayu di Buru Selatan, Bidik Produksi Etanol dan Beras Singkong |
|
|---|
| Transfer Dana Pusat Menurun, Vanath Sebut Kemiskinan Maluku Dipicu Struktur Ekonomi yang Rentan |
|
|---|
| Gubernur Maluku Usul Daerah Kepulauan Diberi Kewenangan Lebih Besar Kelola ASN Sesuai Kondisi |
|
|---|
| Pemprov Maluku Komitmen Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK Usai Raih Opini WTP atas LKPD 2025 |
|
|---|
| Maluku Tuan Rumah FGD APPSI 2026, Dorong Integrasi Pertanian, Maritim, dan Ekonomi Kreatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/dvfeasf.jpg)