Unpatti Ambon
PKM BIMA 2026 Unpatti Kembangkan Simulator Mitigasi Bencana Berbasis IoT di SMA 7 Ambon
PKM BIMA 2026 Universitas Pattimura mengembangkan alat simulasi mitigasi bencana berbasis IoT sebagai media pembelajaran STEM di SMA Negeri 7 Ambon.
Ringkasan Berita:
- Tim PKM BIMA 2026 Universitas Pattimura mengembangkan alat simulasi mitigasi bencana berbasis IoT sebagai media pembelajaran STEM di SMA Negeri 7 Ambon.
- Inovasi tersebut memungkinkan siswa mempelajari sistem peringatan dini dan mitigasi bencana secara langsung melalui praktik dan simulasi real-time.
- Program ini diharapkan meningkatkan literasi kebencanaan sekaligus mengasah keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah siswa.
TRIBUNAMBON.COM-Upaya meningkatkan literasi kebencanaan di kalangan pelajar terus dilakukan melalui inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Tim Program Kreativitas Masyarakat (PKM) BIMA 2026 Universitas Pattimura mengembangkan Alat Simulasi Mitigasi Bencana berbasis Internet of Things (IoT) sebagai media pembelajaran STEM di SMA Negeri 7 Ambon.
Program ini bertujuan memperkuat pemahaman siswa mengenai mitigasi bencana melalui pengalaman belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan aplikatif.
Ketua Tim PKM BIMA 2026, Jamaludin, S.Pd., M.Sc., menjelaskan bahwa pembelajaran mitigasi bencana di sekolah selama ini masih didominasi pendekatan teoritis. Akibatnya, siswa belum mendapatkan pengalaman langsung dalam memahami mekanisme mitigasi dan sistem peringatan dini bencana.
“Melalui alat simulasi ini, siswa dapat memahami secara langsung bagaimana sistem peringatan dini bekerja, bagaimana sensor mendeteksi potensi bencana, serta bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan dalam upaya mitigasi risiko bencana,” ujar Jamaludin.
Alat simulasi yang dikembangkan mengintegrasikan berbagai sensor dengan sistem Internet of Things (IoT) sehingga mampu menampilkan informasi kondisi bencana secara real-time. Inovasi tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang mendorong siswa belajar melalui praktik dan pemecahan masalah.
Dalam pelaksanaannya, para siswa SMA Negeri 7 Ambon mengikuti berbagai kegiatan mulai dari sosialisasi, demonstrasi alat, hingga praktikum langsung menggunakan simulator mitigasi bencana.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak melakukan pengamatan, pengukuran, analisis data, serta diskusi mengenai mekanisme kerja sistem peringatan dini berbasis teknologi.
Tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang kebencanaan, program ini juga mendorong pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah.
Kepala SMA Negeri 7 Ambon menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, penggunaan teknologi dalam pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif dibandingkan metode konvensional.
Tim PKM berharap inovasi Alat Simulasi Mitigasi Bencana berbasis IoT ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai media pembelajaran di sekolah sekaligus mendukung peningkatan kesiapsiagaan bencana bagi generasi muda di Maluku.
Program PKM BIMA 2026 ini diketuai oleh Jamaludin, S.Pd., M.Sc., dengan anggota Fredrik Manuhutu, S.Si., M.Sc. dan Jony Taihuttu, S.Pd., M.Pd., serta melibatkan mahasiswa Universitas Pattimura dalam pelaksanaan kegiatan di SMA Negeri 7 Ambon.(*)
| Fakultas Sains dan Teknologi Unpatti Dorong Kemandirian Perempuan Desa Seruawan |
|
|---|
| Tiga Tahun Penantian, Foto Wisuda Alumni UNPATTI Periode 2022 Raib Ditelan Bumi |
|
|---|
| Unpatti Gelar Pameran Bertajuk Komunikasi Multilingual dan Pertukaran Budaya dalam Konteks Global |
|
|---|
| UKM Shorinji Kempo Universitas Pattimura Resmi Dilantik: Harapan Prestasi Makin Meningkat |
|
|---|
| Universitas Pattimura - Telkomsel Ajak Mahasiswa Kreatif di Platform Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/PKM-UNPATTI-2006.jpg)