Imigrasi Maluku
Sambut Arahan Dirjen Imigrasi, Kakanwil Maluku Minta Jajaran Segera Tinggalkan Budaya Lama
Dalam pengarahan yang berlangsung secara virtual melalui aplikasi Zoom tersebut, Dirjen Imigrasi menekankan
TRIBUNAMBON.COM - Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, memberikan pengarahan tegas kepada seluruh Pimpinan Tinggi (Pimti) Pratama, jajaran Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi, serta Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) di seluruh Indonesia pada Selasa (9/6).
Dalam pengarahan yang berlangsung secara virtual melalui aplikasi Zoom tersebut, Dirjen Imigrasi menekankan urgensi penguatan integritas, profesionalisme, dan fokus pada target kinerja di tengah dinamika institusi saat ini.
Dalam arahannya, Hendarsam Marantoko meminta dengan sangat agar setiap insan imigrasi di mana pun bertugas untuk tetap fokus pada kinerja dan pencapaian target yang telah ditetapkan. Terkait persoalan atau dinamika hukum yang mungkin sedang berjalan, ia menegaskan agar seluruh jajaran menghormati jalannya proses tersebut dan menyerahkannya pada koridor hukum yang berlaku, sementara roda pelayanan dan operasional keimigrasian harus tetap berjalan optimal tanpa terganggu.
"Fokus pada kinerja dan target kita. Biarkan proses hukum berjalan, jajaran harus tetap bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegas Hendarsam dalam pengarahannya.
Baca juga: Meningkat 206 Persen, Menteri Nusron Apresiasi Peran Nazir dalam Percepatan Sertipikasi Tanah Wakaf
Baca juga: Polisi Buka Daftar Barang Curian Salim Nahumarury, Penyidikan Terus Berlanjut
Lebih lanjut, Dirjen Imigrasi menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak serentak mengembalikan kepercayaan masyarakat serta Presiden Prabowo Subianto. Hal ini sejalan dengan amanat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menteri Imipas) untuk melakukan tindakan "bersih-bersih" internal secara menyeluruh. Hendarsam mengingatkan bahwa zaman telah berubah, dan tuntutan publik terhadap transparansi serta akuntabilitas institusi semakin tinggi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan langkah konkrit dan nyata, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang guna membawa perubahan fundamental di tubuh keimigrasian. Budaya-budaya kerja lama yang tidak produktif dan berpotensi mencederai nama baik institusi harus segera dihapus. Sebagai gantinya, Ditjen Imigrasi berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, memiliki kompetensi tinggi, serta memegang teguh integritas.
Menanggapi arahan langsung tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku, Doni Alfisyahrin, langsung mengambil langkah responsif. Ia menegaskan kepada seluruh jajaran pimpinan dan pegawai keimigrasian di lingkungan Maluku untuk menjadikan instruksi Dirjen Imigrasi sebagai pedoman utama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
"Saya meminta seluruh jajaran dan pegawai di Maluku untuk tidak menunda-nunda lagi dalam mengimplementasikan arahan Bapak Dirjen. Kita harus satu suara dan satu tindakan: fokus pada target kinerja, tinggalkan budaya kerja lama yang tidak produktif, dan kawal proses perubahan ini dengan penuh tanggung jawab," ujar Doni Alfisyahrin dengan lugas.
Ia juga menambahkan bahwa komitmen "bersih-bersih" internal harus tercermin dari peningkatan kualitas pelayanan publik di lapangan. "Zaman sudah berubah, masyarakat menaruh harapan besar pada kita. Mari kita kembalikan kepercayaan publik dan Presiden dengan membuktikan bahwa jajaran Imigrasi Maluku mampu bekerja secara profesional, transparan, dan menjaga integritas demi kemajuan institusi," pungkasnya.
Dengan adanya pengarahan intensif ini, Direktorat Jenderal Imigrasi beserta seluruh jajaran vertikalnya berkomitmen penuh untuk melakukan pembenahan internal demi menghadirkan pelayanan keimigrasian yang bersih, modern, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Imigrasi-Kid.jpg)