Pemprov Maluku
Rakor Pendapatan Daerah, Gubernur Maluku: PAD Tumbuh, Ruang Fiskal Tercukupi
Acara ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan di Maluku, untuk bersama-sama mencari
Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa membuka Rapat Koordinasi Pendapatan Daerah Se-Provinsi Maluku pada Rabu (13/08/2025), berlangsung di Hotel Swissbell Ambon.
Acara ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan di Maluku, untuk bersama-sama mencari strategi optimal dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Rakor ini dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Maluku, Wakil Gubernur Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, PLH Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI, Direktur Pajak Dan Retribusi Daerah DJPK Kemenkeu RI, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Bupati Walikota Se-Provinsi Maluku, Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Pimpinan BUMD Provinsi Maluku, Kepala Bapenda Kabupaten atau Kota se-Provinsi Maluku.
Dalam sambutannya, Gubernur Lewerisa menyampaikan apresiasi kepada PLH Dirjen Bina Keuangan daerah Kemendagri RI bersama Direktur Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kmenkeu RI atas kehadirannya yang juga sebagai narasumber dalam kegiatan ini.
Baca juga: Tekan Pengendalian Inflasi Pangan, Bupati Fachri Salurkan Bantuan Pekarangan Bergizi di Bula
Baca juga: Miris! Siswa SD Kabupaten SBT Dicabuli Kepala Sekolahnya Ulang Kali Sampai Hamil
Ia menegaskan bahwa kemandirian fiskal merupakan fondasi utama pembangunan berkelanjutan di Maluku.
Meski saat ini, Provinsi masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
“Kita benar-benar berada di persimpangan jalan. Disatu sisi kebutuhan Pembiayaan Daerah semakin tinggi, disisi lain transfer dari pusat semakin selektif dan berbasis kinerja,” ungkap Lewerisa.
Ia menekankan bahwa pola ketergantungan tersebut menjadi tidak memadai ditengah Dinamika Ekonomi Global, Tekanan Fiskal Nasional serta tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi dan kompleks.
“Dalam situasi ini kemampuan daerah untuk membiayai dirinya sendiri menjadi sebuah keniscayaan,” ungkap Lewerisa.
Oleh karenanya, diajak bagi seluruh komponen yang menghadiri rapat koordinasi, bisa menyatukan langkah, membangun sinergi demi merumuskan strategi yang progresif dan responsif.
Beberapa fokus utamanya yakni, pentingnya inovasi dalam strategi pendapatan daerah, sinergi antara pemangku kepentingan, optimalisasi pendapatan melalui mekanisme opsen pajak secara konsisten, serta kerja sama erat antar pemerintah daerah.
Menutup sambutannya, Lewerissa berharap agar setiap ide dan masukan dari Rakor dapat dirumuskan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
“Dengan PAD yang tumbuh Optimal dan Berkelanjutan kita akan memiliki ruang fiskal yang cukup untuk mendorong pembangunan Ekonomi,” ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Gub-Maluku-2.jpg)