Maluku Hari ini
Vaname Melambung Tuna Menurun: Dinamika Ekspor Hasil Perikanan Maluku ke Amerika dan Cina
BPPMHKP Ambon, mencatat tujuh negara tujuan utama ekspor hasil perikanan di Provinsi Maluku.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Badan Pengawasan dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Ambon, mencatat tujuh negara tujuan utama ekspor hasil perikanan di Provinsi Maluku.
Negara-negara tersebut adalah China, Vietnam, Jepang, USA, Singapore, Saudi Arabia dan Korea Selatan.
Sejak Januari hingga Juli 2025, Produk hasil laut yang mendominasi ekspor Maluku adalah udang Vaname dan Tuna.
Dari dua Komoditas unggul ini, ekspor udang vaname menunjukan peningkatan volume sebesar 68 persen dan nilai produk 66 persen dibanding periode yang sama 2024.
Baca juga: Mundurnya Sekretaris Golkar James Timisela Dinilai Membangkang dan Merusak Marwah Partai
Sementara ekspor tuna justru mengalami penurunan, dengan volume berkurang 27 persen dan nilai ekspor turun 30 persen.
Kepala Badan Pengawasan dan Pengujian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Ambon, M. Hatta Arisandi, memperkirakan bahwa penurunan ekspor tuna terutama dipengaruhi oleh ketidakpastian tarif impor ke Amerika Serikat.
Mengingat Amerika Serikat merupakan salah satu pasar terbesar produk tuna Maluku.
“Nilai produk Ketidakpastian tarif impor ke Negara USA yang merupakan salah satu Negara tujuan ekspor terbesar untuk produk tuna Maluku, diperkirakan menjadi salah satu faktor penyebab penurunan volume dan nilai ekspor produk tuna Maluku,” ungkap Hatta, saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Senin (11/8/2025).
Baca juga: KNPI Malra Dukung Penuh Ide Bupati Jadikan Landmark Langgur Pusat Kegiatan Masyarakat
Meskipun ada tantangan pada produk tuna, secara keseluruhan ekspor perikanan Maluku menunjukkan tren positif.
Diberitakan sebelumnya, volume ekspor dari Januari hingga Juli 2025, mencapai 6.226.028 kilogram (kg), naik 41 persen dari 4.415.880 kg pada tahun sebelumnya.
Nilai ekspor juga meningkat 33.23 persen, dari USD 23.096.839 menjadi USD 30,772,402.
Kepala BPPMHKP Ambon itu berharap, peningkatan ekspor ini dapat dimanfaatkan secara optimal bagi pelaku usaha perikanan Maluku.
Untuk menjaga keberlanjutan, harus diperbaiki mutu dari sektor hulu dan terus kontinyuitas ketersediaan bahan baku yang memenuhi standar.
Juga terus terjaga agar produktifitas Unit Pengolahan Ikan bisa terus meningkat, dengan demikian volume dan nilai ekspor produk perikanan Maluku bisa terus meningkat.
“Momentum ini diharapkan selain dapat dimanfaatkan baik oleh pelaku usaha perikanan Maluku, juga mutu dan keamanan pangan yang saat ini sudah menjadi perhatian global harus terus dijaga dengan penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan dari hulu ke hilir,” harapnya. (*)
| Bukan Sekadar Turnamen, UAA CUP Satukan Anak Negeri Liang dari Berbagai Daerah |
|
|---|
| Benhur Watubun: Rekomendasi BPK Tak Boleh Diabaikan, DPRD Pertimbangkan Bentuk Pansus |
|
|---|
| Penganiayaan Berujung Maut di Leihitu, Terdakwa Umar Diganjal 14 Tahun Penjara |
|
|---|
| Bantah Versi Basarnas: Farhan Kelian Tegaskan Rombongan Turun Sendiri dari Gunung Simalopu |
|
|---|
| PSN dan Sektor Maritim Jadi Fokus Kunjungan Wamendagri ke Maluku, Pempus Siap Dampingi Penuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Hatta-impor.jpg)