Dinamika Kampus
Pujasera Unpatti Mangkrak, Polnaya Heran Prof. Sapteno Tinggalkan Utang Tanpa Dokumen Kontrak
Tidak disebutkan berapa total hutang serta siapa penyedia jasa yang pinjamkan anggaraan yang diduga mencapai miliaran rupiah itu.
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com Ummi Dalila Temarwut
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Manajemen Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon akhirnya buka suara terkait mangkraknya bangunan pusat jajanan serba ada (Pujasera).
Kepada TribunAmbon.com, Kepala Biro Umum dan Keuangan Unpatti, Frengki Polnaya mengaku kondisi tersebut disebabkan utang ke pihak ketiga (Kontraktor) yang belum dibayarkan.
Tidak disebutkan berapa total hutang serta siapa kontraktor dimaksud, namun diyakininya mencapai miliaran rupiah.
Lanjutnya, kampus juga kesulitan untuk audit, menyusul tak ada dokumen kontrak dalam proyek tersebut.
Polnaya pun mengaku heran, karena pengerjaan berlangsung tanpa ada kontrak.
Baca juga: Miris! Pujasera Unpatti Terbengkalai: Diduga Jadi Tempat Perjudian dan Pacaran
Baca juga: Pagar Roboh Hingga Sampah Menumpuk di Selokan, BUK Unpatti Beri Klarifikasi
“Biasanya kalau ada hutang ke pihak ketiga, ada hitam di atas putih, ada kontraknya. Tapi dalam kasus ini, dokumen kontraknya tidak ada,” imbuhnya.
Proyek pujasara sendiri dikerjakan sejak 2021 semasa kepemimpinan rektor Prof. Dr. M. J. Saptenno
“Hutang ini merupakan sisa dari masa kepemimpinan sebelumnya, dan hingga kini jumlahnya masih cukup besar,” ujarnya, Senin (14/07/2025).
Meski begitu, kampus di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy tengah mencari solusi agar fasilitas penunjang warga kampus selesai sepenuhnya kemudian difungsikan.
"Nanti kita berusaha saja," (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.