Maluku Terkini
Ini Alasan Gunung Binaya di Maluku Tengah Ditutup tuk Pendakian
Dijelaskan Iwan Lilimau, selaku pemuda Negeri Kanike, penutupan sementara itu menyusul kejadian meninggalnya salah seorang pendaki Gunung Binaiya
Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Jalur pendakian menuju Gunung Binaiya ditutup sementara waktu oleh pemerintahan Negeri (Desa Adat) Kanike, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (11/7/2025).
Penutupan dilakukan melalui proses adat oleh tetua Negeri Kanike.
Dijelaskan Iwan Lilimau, selaku pemuda Negeri Kanike, penutupan sementara itu menyusul kejadian meninggalnya salah seorang pendaki Gunung Binaiya beberapa waktu lalu.
Tercatat, sudah empat orang meninggal saat pendakian di gunung setinggi 3.027 meter diatas permukaan laut itu.
“Sesuai dengan kebisaan dan tatanan adat yang berlaku, kami sebagai penjaga Gunung Binaya melihat situasi Gunung Binaya sudah memakan korban jiwa sebanyak empat orang, maka dari itu Gunung Binaya tidak bisa lagi dikunjungi oleh siapapun juga,” ungkap Lilimau.
Baca juga: Puluhan Makam Hanyut Tanpa Penanganan: Warga Minta Perhatian Gubernur Maluku Selaku Warga Rumah Tiga
Baca juga: Kekerasan Anak dan Curanmor Mendominasi Kasus Kriminal Semester Awal 2025 di Ambon
Dia pun meminta para pendaki memahami keputusan tersebut.
“Kami suku Nusawele memutuskan untuk melakukan ritual sasi adat, maka dari itu Gunung Binaya tidak bisa dikunjungi lagi. Jika dari siapapun yang mencoba untuk mendakinya, maka resiko ditanggung jawab sendiri,” pintanya.
Diberitakan sebelumnya, kabar duka terakhir di Gunung Binaya yakni pendaki asal Bogor Jawa Barat bernama Firdaus Ahmad Fauzi (27) setelah dilaporkan hilang selama 21 hari.
Jasadnya ditemukan di kawasan terjal dekat Sungai Yahe pada 17 Mei 2025. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.