SBT Hari Ini
Bupati Fachri Alkatiri Minta Seluruh OPD Serius Susun RKPD 2026
Pasalnya, RKPD tersebut dipandang sangat penting dalam merealisasikan visi besar besar pembangunan di daerah bertajuk Ita Wotu Nusa ini.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM - Bupati kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serius dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.
Pasalnya, RKPD tersebut dipandang sangat penting dalam merealisasikan visi besar besar pembangunan di daerah bertajuk Ita Wotu Nusa ini.
Beberapa hal yang menjadi perhatian seriusnya dalam RKPD tersebut yakni, penurunan angka kemiskinan dan stunting, penanganan ketimpangan pembangunan antarwilayah, penguatan ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Peningkatan kualitas layanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan, penguatan reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik, serta perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup.
Hal itu ditegaskan dalam sambutannya yang dibacakan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) SBT, Achmad Q. Amahoru saat Konsultasi Publik yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang), Jumat (11/7/2025).
"Seluruh kepala perangkat daerah dan tim perencana benar-benar serius dalam menyusun program dan kegiatan berbasis data, sesuai kebutuhan masyarakat, serta selaras dengan prioritas nasional dan provinsi," tegasnya.
Baca juga: Dugaan Korupsi, BPK RI Didesak Buka Hasil Audit Pengerjaan Jembatan dan Jalan Wai Olas SBB
Baca juga: Hati-hati! Ada 392 Jalan Berlubang di Lintas Wakal - Rumah Tiga, Ancam Keselamatan Pengendara
Kata dia, untuk mewujudkan SBT yang sehat, cerdas, sejahtera dan berbudi luhur, RKPD menjadi penentu arah kebijakan selama masa pemerintahannya bersama Muhamad Miftah Thoha Rumarey Wattimena.
"Visi ini tentu bukan sekadar narasi, tetαpi merupakan arah kebijakan yang menuntut kerja nyata, kerja kolaboratif dan kerja cerdas dari seluruh pemangku kepentingan pembangunan," jelasnya.
Lebih lanjut ditegaskan, forum konsultasi publik yang digelar tersebut merupakan bagian penting dalam proses penyusunan dokumen perencanaan dan pembangunan daerah.
"Rancangan awal RKPD tahun 2026 yang sedang kita bahas hari ini menjadi bagian dari dokumen perencanaan tahunan yang memuat prioritas pembangunan daerah, arah kebijakan, serta program dan kegiatan strategis pemerintah daerah," katanya.
Fachri mengingatkan kepada seluruh pihak diberi tanggungjawab untuk melakukan pembangunan, dengan sinergi partisipasi dan keterlibatan semua pihak menjadi kunci keberhasilan tersebut.
"Semoga forum ini menghasilkan rumusan awal RKPD berkualitas dan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.