Malra Hari Ini
Terkait Postingan Penumpang Terlantar di Pelabuhan Yos Sudarso, Ini Penjelasan Kepala UPP Navigasi
Hal tersebut dikemukakan, merespon viralnya postingan yang diunggah di laman akun facebook @Trisnawati
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Kantor UPP Kelas II Tual, Hamdi Abduh menegaskan kinerja petugas Pelabuhan Yos Sudarso Tual, telah sesuai dengan standar operasional (SOP).
Hal tersebut dikemukakan, merespon viralnya postingan yang diunggah di laman akun facebook @Trisnawati Tamnge, Kamis (10/7/2025), terkait ruang tunggu penumpang yang ditutup pada saat jadwal keberangkatan KM Labobar menuju Pelabuhan Ambon.
"Apa yang dilakukan oleh pihak pelabuhan Yos Sudarso Tual, sudah benar dan sesuai SOP yakni tiga atau dua jam sebelum kapal masuk baru pintu ruangan tunggu dibuka," ujarnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (11/7/2025).
amdi menuturkan, bukan hanya di Tual hal yang sama juga berlaku di pelabuhan Yos Sudarso Kota Ambon.
"Jumlah penumpang naik untuk KM Labobar kemarin saja sebanyak 2.097 sementara kapasitas terminal penumpang hanya menampung 150 orang," ungkapnya.
Berdasarkan jumlah penumpang, jelasnya maka harus bertindak sesuai SOP agar tidak ada kesenjangan sosial, jika semua ingin masuk bisa timbul keributan.
Baca juga: Penumpang Ngeluh Terlantar di Pelabuhan Yos Sudarso Tual, Otoritas Dihujat Warga Net
Beberapa kali juga, ada penumpang yang pingsan saking membludaknya ruang tunggu alias over kapasitas.
"Untuk itu, tiga jam sebelum kapal masuk baru kami mulai menyortir penumpang untuk masuk ke ruang tunggu," ujarnya.
Dirinya juga menambahkan, penumpukkan penumpang yang terjadi mungkin karena mereka datang lebih awal, dan kapal belum juga masuk
"Biasanya jika penumpang datang lebih awal kami mengarahkan ke lantai II, disana ada penumpang yang hendak menuju MBD, Tanimbar, yang menunggu kapal dua hingga tiga hari yang penting menjaga kebersihan lingkungan setempat," kata Hamdi.
Dirinya juga meminta kerjasama dan pengertian baik dari masyarakat Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) pengguna moda transportasi laut.
"Kami meminta agar sama-sama mengerti dan memahami tupoksi dan kinerja masing-masing, agar pelayanan yang diberikan Pelabuhan Tual dapat diterima oleh masyarakat," imbuhnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.