Selasa, 19 Mei 2026

Malteng Hari Ini

Meski Hujan, Warga Masohi Antusias Belanja di Momen Gerakan Pangan Murah

Ratusan Warga Masohi, Maluku Tengah antusias berbelanja saat momen pasar murah digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tengah.

Tayang:
Silmi Suailo
GERAKAN PANGAN MURAH - Warga Masohi saat berbelanja pada momen Gerakan Pangan Murah, Senin (7/7/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo

‎MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Ratusan Warga Masohi, Maluku Tengah antusias berbelanja saat momen pasar murah digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan Maluku Tengah.

‎Kegiatan pasar murah atau Gerakan Pangan Murah berpusat di gerai Tim Penurunan Inflasi Daerah (TPID), Pasar Binaiya Masohi, Senin (7/7/2025).

‎Pantauan TribunAmbon.com, di lokasi sekira pukul 09.40 WIT, ratusan pedagang sudah memadati gerai sejak pagi walau di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Baca juga: 10 Jam KM Labobar Kandas di Perairan Pelabuhan Tual Maluku, 2.887 Penumpang Selamat

‎Sejumlah komoditas pangan yang dijual Pemda antara lain gula Rp 15 ribu per Kg, bawang putih dan bawang merah Rp 30 ribu per Kg, minyak goreng merk Minyakita Rp 14 ribu per liter, serta telur Rp 27.500 per setengah rak.

‎Sementara itu, pangan yang disubsidi langsung ke pedagang ialah beras Rp 69 ribu per 5 Kg, cabai rawit dan cabai keriting Rp 20 ribu per Kg.

‎Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku Tengah, Juliana Haumahu menyatakan bahwa pelaksanaan gerakan pangan murah dalam rangka pengendalian harga dan penyediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat Kabupaten Maluku Tengah khusus untuk Kota Masohi dan sekitarnya.

‎"Jadi gerakan pangan murah ini berlangsung rutin setiap pekan di hari Senin di Gerai TPID dan Pasar Dhuafa di Pasar Binaiya," jelas Kadis.

Baca juga: Ini 2 Pelajar Maluku Bakal Wakili Daerah jadi Anggota Paskibraka Nasional 2025

‎Ia menyampaikan bahan pangan pokok yang dijual terpenting ialah beras.

Kemudian ada juga minyak goreng kemasan, gula konsumsi, telur, bawang putih, bawang merah dan cabai rawit serta cabai keriting.

‎"Itu adalah bahan pokok yang wajib kami buatkan pasar murah. Dan hari ini di dalam gerai tidak menjual beras," tuturnya.

‎Karena lanjut Juliana, stok dari vendor sementara kosong.

Tetapi strateginya ialah subsidi langsung ke semua pedagang eceran di Pasar Binaiya.

‎"Kita jual beras sesuai harga yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Sementara untuk minyak goreng kemasan dan gula konsumsi dijual di bawah HET," jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved