Ambon Hari Ini
Taman Hijau Unpatti Kini terbengkalai: Mahasiswa Takut Ada 'Buaya Kedua'
Mahasiswa dari berbagai fakultas biasa berkumpul untuk berdiskusi, membuka lapak baca, hingga merancang kegiatan organisasi.
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Fandi Wattimena
Laporan wartawan TribunAmbon.com Ummi Dalila Temarwut
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Tempat yang dulunya menjadi jantung aktivitas intelektual mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti), kini terbengkalai. yang memunculkan ketakutan baru: ancaman 'buaya kedua'.
Taman Hijau, atau yang lebih dikenal sebagai Tambak Unpatti, dulunya dikenal sebagai ruang terbuka yang segar dan ramah.
Mahasiswa dari berbagai fakultas biasa berkumpul untuk berdiskusi, membuka lapak baca, hingga merancang kegiatan organisasi.
Namun, suasana penuh semangat itu kini berubah drastis menjadi pemandangan yang menyedihkan.
Pantauan TribunAmbon.com pada pukul11.00 WIT Senin (01/07/2025), tambak yang dulunya bersih kini dipenuhi oleh sampah plastik, gulma liar, dan ilalang tinggi yang menutup seluruh permukaan tambak. Dasar tambak pun tak lagi terlihat, seolah ditelan oleh ketidakpedulian.
Syarif, seorang mahasiswa yang kerap menghabiskan waktu di area tersebut, mengaku resah dan enggan lagi duduk di tambak itu.
“Kami sudah takut ke sini. Tambaknya kotor dan penuh rumput liar. Jujur saja, kami takut ada buaya kedua muncul dari dalam,” ungkapnya dengan nada serius.
Baca juga: Papan Informasi Mati, Pengendara Terlantar di Tengah Angin: JMP Ambon Rawan kecelakaan
Ketakutan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, kampus ini pernah dihebohkan dengan kemunculan seekor buaya di sekitar lingkungan kampus. Trauma itu rupanya masih membekas di benak para mahasiswa.
“Tambak ini dulunya jadi tempat kami berproses, bertukar gagasan. Tapi sekarang seperti kubangan yang ditinggalkan,” tambahnya dengan nada kecewa
Kondisi ini menjadi ironi tersendiri bagi kampus yang mengusung semangat perubahan dan keberlanjutan.
Banyak mahasiswa berharap pihak universitas segera turun tangan dan membersihkan kawasan itu, sebelum tambak berubah menjadi ‘lahan liar’ permanen.
“Kami rindu duduk santai sambil baca buku di bawah pohon rindang. Kami ingin tambak ini hidup kembali,” harap Syarif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak universitas mengenai rencana pembersihan atau perawatan ulang taman tersebut.
Mahasiswa hanya bisa menunggu, sambil bertanya-tanya: apakah taman yang dulu penuh kehidupan ini akan kembali, atau akan terus menjadi tambak horor yang tak berpenghuni? (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.