Ambon Hari Ini
Papan Informasi Mati, Pengendara Terlantar di Tengah Angin: JMP Ambon Rawan kecelakaan
Padahal, alat ini vital untuk memberi informasi cuaca terutama kecepatan angin, demi keselamatan para pengguna jalan,terutama pengendara roda dua.
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Fandi Wattimena
Laporan wartawan TribunAmbon.com Ummi Dalila Temarwut
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Cuaca buruk disertai angin kencang yang melanda Kota Ambon dalam beberapa hari terakhir menambah keresahan masyarakat, terutama para pengendara yang melintasi Jembatan Merah Putih (JMP).
Ironisnya, papan informasi kecepatan angin yang seharusnya menjadi alat peringatan dini kini tak berfungsi sama sekali.
Pantauan TribunAmbon.com pada pukul12.00 WIT Selasa (01/07/2025), papan digital yang terpasang di area akses JMP tersebut telah lama tak menyala.
Padahal, alat ini vital untuk memberi informasi cuaca terutama kecepatan angin, demi keselamatan para pengguna jalan,terutama pengendara roda dua.
Imran, salah seorang pengendara motor, mengaku pernah mengalami situasi yang membahayakan akibat tidak adanya informasi kecepatan angin.
“Waktu itu saya naik motor, tidak ada info apa-apa soal angin. Pas sampai di atas jembatan, anginnya kuat sekali sampai saya dan teman saya harus berhenti dan bersandar di pembatas jembatan. Takut terhempas,” ungkapnya.
Baca juga: Video Asusila Selebgram Ambon dan Oknum Polisi Tersebar di Media Sosial, Tato Mawar jadi Petunjuk
Baca juga: Ini Curahan Hati Chasandra Thenu: Beta Minta Maaf Buat Para Perempuan
JMP, yang merupakan ikon dan jalur utama penghubung kawasan Ambon bagian Utara dan Selatan memang dikenal rawan angin kencang.
Kondisi ini makin berbahaya saat informasi angin tidak tersedia, karena pengguna jalan tak punya cukup waktu untuk mengambil keputusan atau memutar balik.
Hingga saat ini, belum ada tindakan nyata dari instansi terkait untuk mengaktifkan kembali papan informasi tersebut. Pengendara pun merasa dibiarkan menghadapi risiko di tengah ketidakpastian cuaca.
“Papan itu penting, bukan hiasan. Kalau mati begini terus, ya sama saja membiarkan pengendara nekat tanpa pegangan,”tambahnya dengan geram.
Imran berharap agar Dinas Perhubungan atau pihak pengelola JMP segera turun tangan memperbaiki sistem informasi cuaca di jembatan tersebut. Mereka meminta agar keselamatan publik jangan dikorbankan hanya karena kelalaian teknis.
“Jangan sampai nanti sudah ada korban baru papan itu dinyalakan,” ujar Badri (31)seorang pengemudi ojek online yang juga mengeluhkan hal serupa.
JMP kini tak hanya jadi penghubung dua daratan, tapi juga simbol ketidaksiapan menghadapi cuaca ekstrem jika papan informasinya terus dibiarkan mati dan pengendara dibiarkan bertaruh nyawa di tengah hembusan angin. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.