Ambon Hari Ini
Baru Setahun Diresmikan, Gedung Pasar Mardika Sudah Bocor: Air Genangi Area Makanan Siap Saji
Baru setahun sejak peresmiannya, gedung yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu sudah mengalami kebocoran.
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Fandi Wattimena
Laporan wartawan TribunAmbon.com Ummi Dalila Temarwut
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Gedung Pasar Mardika yang diresmikan tahun 2024 dengan anggaran fantastis senilai Rp134.863.524.850, kini menuai sorotan.
Baru setahun sejak peresmiannya, gedung yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu sudah alami kebocoran.
Pantauan TribunAmbon.com, pukul 11.00 WIT,Senin (30/6/2025), kebocoran terjadi di lantai dua gedung pasar, tepat di area penjualan makanan siap saji.
Air hujan merembes dari langit-langit melalui lubang kabel dan menggenangi lantai tempat para pedagang berjualan.
Akibatnya, pedagang harus berjibaku menampung air dalam ember dan mengepel lantai berulang kali setiap kali hujan turun.
Baca juga: Momen Spesial Jelang Hari Bhayangkara: 62 Personel Polresta Ambon Naik Pangkat
Baca juga: Ditangkap 4 Plastik Klip Bening Berisi Sabu di Kota Ambon, Renuat Dihukum 5 Tahun Penjara
Kondisi ini tentu saja membahayakan dan mengganggu aktivitas jual beli, khususnya di sektor makanan yang sangat sensitif terhadap kebersihan.
“Kalau hujan, air langsung menetes dari atas. Kita harus tampung pakai ember dan pel terus lantainya supaya tidak licin dan becek. Sudah sering sekali terjadi,” ungkap Siti, salah satu penjual makanan yang lapaknya berada tepat di bawah titik kebocoran.
Hingga berita ini dirilis, belum ada tanggapan resmi dari instansi terkait, baik dari pihak Kementerian PUPR maupun Pemerintah Kota Ambon mengenai kebocoran yang terjadi.
Pedagang berharap ada langkah cepat untuk perbaikan sebelum terjadi kecelakaan atau kerugian lebih besar.
“Kalau terus dibiarkan, ini bisa bahaya. Kita jual makanan, tapi air terus merembes. Bisa rusak barang, licin juga. Pemerintah tolong jangan tutup mata,” tutupnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.