Rabu, 13 Mei 2026

Malteng Hari Ini

Perum Bulog Maluku-Malut Serap Gabah Kering Petani Rp 6.500 per Kilo

Perum Bulog Maluku Maluku Utara menyerap gabah kering petani dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilo.

Tayang:
Silmi Suailo
MENGERINGKAN GABAH - Petani padi di Negeri Administratif Wailoping, Kecamatan Seram Utara Timur Seti mengeringkan gabah, Sabtu (28/6/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Perum Bulog Maluku Maluku Utara menyerap gabah kering petani dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilo.

‎Kepada awak media di Seram Utara, Maluku Tengah, Sabtu (28/6/2025), Kepala Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara, Mara Kamin Siregar menjelaskan bahwa HPP gabah minimal paling rendah Rp 6.500 per kilo. 

‎‎"Jadi kalau petani kita bisa jual diharga Rp 7.000 ribu atau Rp 7.500 itu lebih bagus. Artinya nilai tukar petani lebih tinggi artinya dia bisa dapat Kesejahteraan dari nilai jual gabahnya dibandingkan HPP yang ditentukan pemerintah," ungkap Kamin.

‎Tentu, bagi Bulog tidak ada masalah, yang menjadi masalah jika dibeli dibawah HPP.

‎‎"Kalau diatas (harga) itu silahkan. Harga beli gabah di angka itu lebih bagus pendapatan petani meningkat," urainya.

Baca juga: Pedagang di Pasar Bongkar Bula Desak Pemda Fungsikan Terminal Gumumae Sebelum Ditempati

Baca juga: Penyaluran Beras SPHP Sementara Dihentikan, Begini Penjelasan Kabulog Maluku-Malut

‎Tapi ia berharap dengan langkah pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk bibit, pupuk, dan alsintan, maka bijaknya ada timbal balik.

‎‎"Harusnya petani bisa memberikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Ke Bulog harapan kita seperti itu. Mudah-mudahan dua duanya bisa jalan pasarnya terisi, Bulog juga bisa terserap," harap Kamin. 

‎Diberitakan sebelumnya, padi sawah seluas 200 hektar dipanen petani Negeri Administratif Wailoping, Kecamatan Seram Utara Timur Seti.

‎Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir hadir secara langsung membuka panen raya masa tanam 1 di Negeri Administratif Wailoping, Sabtu (28/6/2025) kemarin.

‎Saat diwawancarai, Bupati yang didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, menuturkan bahwa pemanenan dilaksanakan pada sejumlah daerah.

‎Diantaranya, Kecamatan Seram Utara Timur Seti berlokasi di Wailoping akan dipanen 200 hektar dan Waiputih dipanen 50 hektar. Sementara di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi , tepatnya di Waitonipa terdapat 150 hektar, dan Marasahua sawah seluas 135 hektar juga dipanen. 

Terakhir di Waitila dimana pemanenan dari 34 hektar sawah. 

‎Bupati juga menanggapi peristiwa kelangkaan beras yang terjadi beberapa pekan sebelumnya di Seram Utara .

‎‎"Ada kelangkaan, hampir terjadi kekurangan. Namun di beberapa waktu kemarin sudah panen di beberapa tempat," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved