Rabu, 6 Mei 2026

Malteng Hari Ini

Stok Beras Bulog di Malteng Tersedia 300 Ton

Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) memiliki persediaan beras sebanyak 300 ton di Gudang Bulog Kobi.

Tayang:
Humas Pemda Malteng
SAMBANGI GUDANG BULOG - Wakil Bupati Maluku Tengah menyambangi Gudang Bulog Kobi, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, 20 Juni 2025 lalu. 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) memiliki persediaan beras sebanyak 300 ton di Gudang Bulog Kobi. 

‎Demikian informasi yang disampaikan Kepala Bulog Kobi Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Akbar Rafsanjani Laisouw, kepada TribunAmbon.com di Seram Utara, Sabtu (28/6/2025).

‎”Ada 300 ton lebih (persediaan beras), pengadaan dari Kecamatan Seram Utara Utara Timur Kobi dan Kecamatan Seram Utara Timur Seti," ujarnya. 

Baca juga: Rutan Ambon Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah

‎Ia menjelaskan, panen terakhir petani di akhir tahun 2024, sementara Bulog  menyerap gabah petani per Januari  sampai Februari 2025. 

‎‎"Kami serap gabah petani perkiraannya di bulan itu," tuturnya. 

‎Meski begitu, saat ini Bulog sementara mengehentikan pengiriman beras keluar daerah lantaran menunggu izin dari pemerintah. 

‎‎"Sampai sekarang belum ada (pengiriman) masih tunggu izin penyaluran (dari pemerintah)," ungkap Akbar. 

Baca juga: Gerakan Pangan Murah Kota Tual, Rahantan Berharap Sentuh Wilayah Kepulauan 

‎Ia mengaku, pemberhentian penyaluran atau penutupan penyaluran oleh pemerintah dilakukan sejak April 2025. 

‎Menanggapi naiknya harga beras Bulog Rp 16 ribu per kilo di pusat ibu kota Maluku Tengah, Masohi, Akbar menyebut barangkali itu Bulog premium.

‎‎"Kalau premium mahal, mungkin sementara beras Bulog yang beredar di pasar beras premium, yang mana dilihat dari kualitasnya," tukas Akbar. 

‎Selain itu, penyaluran beras bulog ke mitra-mitra, dan tersebar di Kabupaten Maluku Tengah

‎‎"Penyerapan gabah dari petani, dimana harga sesuai HET yaitu Rp 6.500 per kilo gabah GKP (Gabah Kering Panen)," terangnya. 

‎Meski begitu, ia mengatakan bahwa tidak ada komplen harga dari petani.

‎‎"Malah mereka bersyukur dengan standar harga pemerintah," pungkas Akbar. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved