Senin, 13 April 2026

SBT Hari Ini

Miris! Damkar SBT Cuman Punya 1 Alat Bantu Pernapasan, Nur Chamid: Itu pun Rusak

Padahal, alat tersebut sangat penting, terlebih tuk evakuasi dalam ruang tertutup, seperti gedung yang berpotensi dikepung asap.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Haliyudin Ulima
DAMKAR SBT - Instruktur Damkar SBT Nur Chamid saat diwawancarai Tribunambon.com di kantornya, Jumat (27/6/2025). 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) hanya memiliki satu alat bantu pernapasan.

Mirisnya, alat bantu yang kerap digunakan saat mengevakuasi kebakaran itu rusak.

Hingga kini juga belum diperbaiki.

Padahal, alat tersebut sangat penting, terlebih tuk evakuasi dalam ruang tertutup, seperti gedung yang berpotensi dikepung asap.

Juga seharusnya wajib dimiliki setiap petugas lapangan. 

"Sekarang ini kita baru punya satu, itupun rusak dan saya masih perbaiki, seharusnya itu sesuai dengan banyaknya regu kita, kalau cuman satu saja sangat kurang," ungkap Instruktur Damkar SBT, Nur Chamid saat diwawancarai Tribunambon.com di kantornya, Jumat (27/6/2025). 

"Seharusnya kalau bisa semua petugas harus pakai, kalau cuman satu saja berarti hanya satu orang itu yang bisa masuk, lalu petugas lainnya bikin apa, mau masuk tanpa alat lengkap itu sama saja bunuh diri," kata Nur.

Baca juga: Garis Pantai di Maluku Mundur, Total luasan Mencapai 24.178,150012 Hektare

Baca juga: Gaji Rendah Rp 750 per Bulan, Petugas Damkar SBT juga Ngaku Tak Punya Perlengkapan Memadai

Dikonfirmasi terkait perlengkapan lain, dirinya merincikan masih terdapat banyak kekurangan yang mendukung kelancaran aktivitas mereka.

Perlengkapan yang saat ini dimiliki yakni, satu unit mobil pemadam, empat rol selang air, dua buah nosel, mesin pompa air, satu paket alat pelindung diri, satu alat bantu pernafasan, dan pakaian lapangan sekitar 10 pasang. 

"Alat pelindung diri maupun pelengkapan masih banyak yang kurang, mobil baru satu, minimal itu ada mobil untuk suplai air juga, supaya yang satu padam, satunya lagi ambil air untuk isi," pintarnya. 

Pihaknya berharap agar kekurangan-kekurangan tersebut segera dilengkapi dalam waktu dekat, sebab musibah yang datang tidak mengenal batas waktu. 

"Harapan kedepan itu ditambah armadanya dua, dan mobil suplai air dan perlengkapan lai, kalau petugas saya tidak ragukan lagi, saya terus melatih mereka dan insyaallah kalau ada pelatihan saya berangkatkan mereka," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved