Rabu, 13 Mei 2026

Pemkot Ambon

Buka Konferensi Cabang VI WKRI Cordis Jesu Ambon, Begini Harapan Pemerintah Kota

Sapulette menyebut keberadaan WKRI sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa, yang sejak 1928 telah mengambil peran penting dalam

Tayang:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Novanda Halirat
KONFERENSI WKRI - Sekretaris Kota Ambon Robert Sapullete membuka secara resmi konferensi WKRI IV Cordis Jesu Ambon Batu Gantung ditandai dengan pemukulan tifa, Sabtu (28/6/2025) 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapullete membuka Konferensi Cabang VI Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cordis Jesu Ambon Batu gantung, Sabtu (28/6/2025). 

Dengan mengusung tema “Peranan Perempuan Mewujudkan Kesejahteraan Bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia”, konferensi ini menjadi momentum strategis bagi organisasi perempuan Katolik untuk merefleksikan kiprahnya dan menetapkan arah gerak ke depan.

Sekretaris kota Ambon, Robert Sapullete membuka Konferensi Cabang VI WKRI Cordis Jesu Ambon, secara simbolis ditandai dengan pemukulan tifa. 

Dalam sambutannya, Sapulette menyebut keberadaan WKRI sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa, yang sejak 1928 telah mengambil peran penting dalam mendorong terbentuknya kemerdekaan Indonesia.

"Sesungguhnya kehadiran wanita katolik sudah hadir seratus tahun lebih yang lalu, peran wanita katolik hadir menyatakan eksistensi nya dalam menegakan hak asasi manusia terutama kaum wanita, yang berkontribusi sejak tahun 1928 lalu," ujarnya 

Lanjutnya, disoroti dua sosok perempuan dalam nilai iman Katolik yang patut diteladani oleh anggota WKRI yakni, Bunda Maria sebagai simbol wanita bersedia menjadi ibu sang Juruselamat dan Bunda Teresa sosok yang mendedikasikan dirinya untuk melayani orang sakit, orang miskin. 

Baca juga: Miris! Damkar SBT Cuman Punya 1 Alat Bantu Pernapasan, Nur Chamid: Itu pun Rusak

Keduanya, menurutnya, menjadi inspirasi bagi perempuan Katolik dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bersama sampai saat ini.

Konferensi Cabang VI ini juga menjadi ajang evaluasi program kerja periode 2022–2025, sekaligus penetapan program strategis untuk tiga tahun mendatang. Salah satu agenda penting adalah pemilihan kepengurusan baru DPC WKRI Cordis Jesu Ambon.

Lanjutnya Sapulette juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Ambon membuka ruang seluas-luasnya untuk bersinergi dengan seluruh organisasi keagamaan demi menyukseskan berbagai program prioritas pembangunan daerah. Ia juga mengingatkan tentang tantangan yang dihadapi pemerintah seperti persoalan persampahan tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah.

“Kita membutuhkan partisipasi masyarakat. Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh petugas kebersihan. Kesadaran kolektif masyarakat dalam membuang sampah pada waktu dan tempat yang tepat sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua I WKRI Dewan Pengurus Daerah (DPD) Maluku-Maluku Utara, Paulina Wokanubu, mengingatkan tentang perjuangan wanita katolik yang dipengaruhi perkembangan zaman tetapi harus memiliki semngat yang terus menyala. 

“Usia kami mungkin sudah tidak muda, tapi semangat kami harus terus diperbaharui. Motto kami adalah ‘lahir kembali, semakin berarti’. Itu berarti kami harus lebih berarti lagi, tidak hanya bagi gereja, tetapi juga bagi masyarakat luas,” kata Paulina.

Lanjutnya, Ia menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi teknologi bagi organisasi perempuan, agar tidak tertinggal dalam arus zaman. Di tengah era digital saat ini, menurutnya, perempuan Katolik tidak boleh hanya terjebak dalam peran domestik, tapi juga harus mampu tampil sebagai motor penggerak perubahan sosial.

“Kita harapkan pengurus baru nanti bisa lebih kreatif, terutama dalam bidang teknologi dan pemberdayaan perempuan serta anak,” tandasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved