SBT Hari Ini
Paksa Melintasi Jembatan Darurat Desa Keta SBT, Sebuah Truk Terbalik
Ia mengaku, kondisi jembatan tersebut memang sudah tidak memadai untuk dilintasi, terlebih truk dengan muatan penuh.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM - Sebuah truk terbalik saat melintas di jembatan darurat di Desa Keta, kecamatan Siritaun Wida Timur kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Kecelakaan itu terjadi saat truk dengan nomor polisi DE 9131 AU dari arah desa Keta menuju Desa Liantasik kecamatan Siritaun Wida Timur, Kamis (26/6/2025) siang.
Namun, kondisi jembatan darurat yang terbuat dari batang kelapa itu tak lagi bisa menahan beban berat.
Alhasil, batang kelapa bergeser hingga ban truk terperosok dan akhirnya terbalik.
Baca juga: Polda Maluku Edukasi Pencegahan Peredaran Narkoba tuk Siswa SMA Negeri 3 Ambon
Baca juga: Tanpa Sepengetahuan, Nasabah Bank Mandiri Masohi Tiba-tiba Punya Tagihan Kredit Rp 25 Juta
"Penyebabnya karena jembatan ini sudah tidak layak lagi, makanya saat lewat itu setengah mati, sampai terbalik seperti itu," ujar Taher Hatala saat diwawancarai TribunAmbon.com via WhatsApp.
Ia mengaku, kondisi jembatan tersebut memang sudah tidak memadai untuk dilintasi, terlebih truk dengan muatan penuh.
"Jembatan memang sudah tidak layak, cuman dari batang kelapa lalu ditimbun tanah, apalagi baru selesai banjir, jadi sangat berbahaya sekali, ditambah lagi kendaraan ini cukup berat," jelasnya.
Insiden itu, kata dia bukan baru kali pertama terjadi, Selasa (24/6/2026) lalu juga terjadi hal serupa.
"Hari selasa kemarin juga begini, itu mobil pick-up, cuman tidak sampai terbalik, kalau truk ini memang sampai terbalik langsung," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, jembatan darurat di Desa Keta, kecamatan Siritaun Wida Timur Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) kembali rusak, Rabu (25/6/2025).
Kerusakan itu menyusul meluapnya sungai Soir dampak hujan intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut hingga Selasa (25/6/2025) kemarin.
Akibatnya, akses tranportasi yang kerap menjadi andalan warga itu turut mandek lantaran sebagian badan jembatan yang terbawa banjir.
Pengendara roda dua yang melintasi pun harus ekstra hati-hati, beberapa diantaranya terpaksa mendorong kendaraan mereka untuk sampai ke sisi seberang.
Sementara untuk kendaraan roda empat, mereka harus berhenti terlebih dahulu melihat kondisi jembatan, untuk memilih jalur mana yang bisa dilalui. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/JEMBATAN-KETA.jpg)