Malteng Hari Ini
Prevalensi Stunting Maluku Tengah per April 2025 di Angka 4,26 Persen
Jika dibandingkan dengan tahun 2024, maka terjadi kenaikan, dimana dari data yang dihimpun Tribun Ambon.com, prevalensi stunting tahun 2024 di angka
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Prevalensi stunting Kabupaten Maluku Tengah per April 2025 sebesar 4,26 persen.
Jika dibandingkan dengan tahun 2024, maka terjadi kenaikan, dimana dari data yang dihimpun Tribun Ambon.com, prevalensi stunting tahun 2024 di angka 3,65 persen.
Tiga kategori penyumbang stunting ialah balita sangat pendek, balita pendek, dan balita stunting.
Balita stunting di Kabupaten bertajuk Bumi Pamahanu Nusa ini tertinggi mencapai 1.064 anak. Balita sangat pendek sebanyak 276 anak, dan balita pendek sebanyak 788 anak.
Selain itu, berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), enam kecamatan menjadi lokus penyumbang stunting tahun 2025, diantaranya Seram Utara, Nusalaut, Salahutu, Amahai, Pulau Haruku, dan Leihitu.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Maluku Tengah, Abdul Latif Key, saat diwawancarai TribunAmbom.com, Kamis (19/6/2024) mengatakan, ada dua leading sektor intervensi stunting.
Baca juga: Larang Wartawan Siaran Langsung, Ahli Pers Sebut Anang Rumuar Terancam Pidana Penjara dan Denda
Baca juga: Kunjungi Koramil Bula, Dandim Masohi Akui SBT Sebagai Laboratorium Perdamaian
"Jadi ada dua lokus kerja, penurunan dan pencegahan. Leading sektor penurunan ada di Dinas Kesehatan, dan pencegahan ada di Dinas Pengendalian Penduduk dan KB," urainya.
Dijelaskan, persentase stunting berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) sebesar 17 persen untuk Maluku Tengah. Sementara untuk prevalensi stunting 4,26 persen persen.
"Dilihat dari data sebelumnya, ada penurunan stunting dari tahun 2023 ke tahun 2024," jelasnya.
Diketahui, di tahun 2023 prevalensi stunting Maluku Tengah berada 3,93 persen, sedangkan di tahun 2024 angka stunting menurun mencapai 3,65 persen.
Maka dari itu, ia menyampaikan, ritme kerja tim tetap sama, karena targetnya (penurunan stunting) sampai nol. Baik dari sisi penurunan maupun pencegahan.
"Kita fokus Dinas Pengendalian Penduduk dan KB. Walaupun memang di sektor penurunan juga sama," paparnya.
Terpisah, selaku sektor pemantauan dan evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baplitbangda), Haris Bandjar menekankan pentingnya rencana aksi untuk intervensi stunting.
"Ini program nasional, juga program lintas Pak Bupati dan Wakil sehingga penurunan dan pencegahan stunting harus dilaksanakan," ujarnya singkat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/ABDUL-LATIF-KEY-dsa.jpg)