Malra Hari Ini
Banjir Bandang Hantam Ohoirenan, Empat Rumah dan Satu Tallud Rusak
Peristiwa Banjir di Malra ini mengakibatkan empat rumah warga dan satu tallud rusak.
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Ode Alfin Risanto
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku, mengakibatkan banjir di sejumlah Ohoi (desa) di Kecamatan Kei Besar. Senin (2/6/2025).
Salah satunya Ohoi Ohoirenan, Kecamatan Kei Besar Selatan, Malra, pada pukul 14:25 WIT.
Peristiwa ini mengakibatkan empat rumah warga dan satu tallud rusak.
Banjir bandang ini dipicu hujan deras yang melanda Malra sejak pagi hingga malam.
Baca juga: Banjir Terjang Ellar Ngursoin Maluku Tenggara, 5 Rumah Terendam
Kace Ecep Ubro, Sekertaris Ohoi Ohoirenan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (3/6/2025) mengatakan, banjir sekiranya terjadi di pukul 14:25 WIT.
"Sekitar siang hari banjir terjadi, dan ini bukan pertama kalinya terjadi disini, namun di tahun ini yang lebih besar," jelas Kace.
Kata dia, banjir ini disebabkan oleh perilaku tidak disiplin warga yang membuang sampah sembarangan, sehingga berimbas saluran pembuangan tertutup sehingga air mencari jalan keluar.
"Karena memang letak Ohoirenan sendiri berada di dataran rendah, banjir ini dimulai dari jalan raya yang membawa material batu, kemudian air menerjang hingga ke dalam kampung," ungkapnya.
Selain banjir, lanjutnya ada pergeseran tanah juga sehingga beberapa rumah terbelah dan mengalami kerusakan.
"Kerusakan bervariasi ada yang miring, ada juga yang terbelah, sedangkan tallud penahan tanah rusak hingga 200 meter," pungkasnya.
Baca juga: Putusan MK Soal Sekolah Gratis, DPR RI Minta Keluarga Miskin Ekstrem jadi Prioritas
Sementara, Kepala Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Malra, Daud Putanrubun yang dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp belum merespon.
Untuk diketahui, hingga hari ini sudah kurang lebih sebelas Ohoi di wilayah Kei Besar dan Satu Ohoi di wilayah Kei Kecil.
Diantaranya, Ohoi Ohoiel, Udar, Banda Uijaya Suku 30, Nerong, Ohoirenan, Tamangil, Ohoiwait, Ngefuit, Nuhuten, Werka, Harangur dan Elaar Ngursoin.(*)
| Cegah Gangguan Kamtibmas, 11,3 Liter Sopi Disita Satresnarkoba Polres Maluku Tenggara |
|
|---|
| Harga Cabai Rawit di Pasar Langgur Makin Tinggi, Tembus Rp 200 Ribu per Kilo |
|
|---|
| Stok Melimpah, Harga Ikan Segar di Pasar Langgur Malra Stabil |
|
|---|
| Akses Jalan ke Wisata Ngurbloat Rusak Parah, Warga Desak Pemerintah Segera Perbaiki |
|
|---|
| Produksi Puluhan Anak Panah Wayer tuk Tawuran di Malra: 2 Pemuda Ditangkap Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/banjir-eg.jpg)