Kamis, 30 April 2026

SBT Hari Ini

Pembangunan Dermaga di Desa Magat SBT Mangkrak, Warga Minta Pengerjaan Dilanjutkan

Pembangunan dermaga penyeberangan di Desa Magat, Kecamatan Pulau Panjang, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mangkrak hingga kini.

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Babinsa Pulau Panjang
DERMAGA PENYEBERANGAN - Kondisi dermaga penyeberangan di Desa Magat, kecamatan Pulau Panjang, kabupaten SBT, Maluku, Sabtu (10/5/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM - Pembangunan dermaga penyeberangan di Desa Magat, Kecamatan Pulau Panjang, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mangkrak hingga kini.

Terhitung sejak pertama kali dibangun pada masa pemerintahan Bupati Abdullah Vanath, hingga Akdul Mukti Keliobas, pengerjaannya tak kunjung rampung.

Padahal, kehadiran dermaga penyeberangan itu menjadi sangat vital bagi masyarakat di Kecamatan Pulau Panjang.

Hal itu disampaikan Komandan Pos Rayon Militer (Danposramil) Kecamatan Pulau Panjang, Sertu Bakri Kilbaren kepada TribunAmbon.com, Sabtu (10/5/2025).

"Dulu waktu dibangun itu di masa Abdullah Vanath, baru dilanjutkan lagi di tahun 2023 kemarin masa Pak Mukti, tapi hanya diperluas saja, sampai saat ini kondisinya masih belum selesai," ujarnya melalui sambungan telepon.

Baca juga: Pemerintah Akhirnya Mekarkan Ukar Sengan jadi Kecamatan Baru di SBT Maluku

Baca juga: Bupati Fachri Alkatiri Pastikan SBT Dapat 2 Unit Koperasi Desa Merah Putih

Ia mengaku, selama ini warga setempat saat hendak bepergian harus menyeberangi lautan menuju dermaga penyeberangan di Pulau Gorom degan jarak 17 kilo meter menggunakan speedboat.

"Selama ini warga kalau mau ke Bula atau Ambon, naik speed dari sini ke Gorom, baru naik kapal di pelabuhan Ondor," katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, biaya yang dikenakan setiap orang berkisar antara Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu, sedangkan untuk kelompok berkisar Rp 600 ribu.

Kata dia, jika kondisi laut tidak bersahabat, tak jarang perjalanan yang telah direncanakan terpaksa dibatalkan.

"Kalau musim obak itu tidak bisa kemana-mana lagi, apalagi ini pakai speedboat viber, jadi terkendala sekali," lanjutnya.

Dirinya berharap, pembangunan dermaga yang sempat dibangun itu bisa kembali dilanjutkan, untuk memperlancar aktivitas masyarakat setempat saat hendak bepergian.

"Saya mewakili masyarakat meminta supaya pemerintah dapat memperhatikan pelabuhan ini, kalau bia dikerjakan sampai selesai supaya aktivitas masyarakat bisa lancar," tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved