Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Konflik sosial antar Sawai, Rumaolat, Masihulan di Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah masih dalam status tanggap darurat. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, Senin (5/5/2025). "Disana masih dalam status tanggap darurat," kata Mario. Meski begitu, konflik yang melibatkan beberapa negeri itu sedang dalam upaya penyelesaian. "Untuk masalah (terbakarnya rumah warga) di Masihulan kami sementara menyelesaikan, memang proses ini tidak cepat kita membutuhkan waktu, tetapi hati tanggung jawab kita tetap berupaya agar masalah bisa diselesaikan dengan baik," ungkapnya.
Dikatakan, saat ini bupati sedang melakukan koordinasi penyelesaian sampai ke pemerintah pusat. "Kita doakan semoga mediasi, koordinasi oleh bupati dan rekan-rekan OPD lain membuahkan hasil yang baik bagi semua pihak terkhusus masyarakat yang terdampak konflik," harap Mario. Dikonfirmasi soal kebutuhan masyarakat penyintas, wakil bupati bilang yang pasti Tenaga Kesehatan (Nakes) masih bersiap disana. "Bantuan lain juga tetap kita pantau karena kita selalu koordinasi dengan Raja hingga Camat agar keperluan apapun yang dibutuhkan segera bisa dilaporkan untuk ditangani," tuturnya. Terpisah, koordinasi penanganan konflik sosial juga dilakukan oleh instansi vertikal Dinas PUPR Maluku Tengah langsung dengan pemerintah pusat. Hal itu terlihat dari unggahan di media sosial Facebook PUPR Malteng dua hari lalu saat menyerahkan sejumlah usulan program prioritas kepada Dirjen Kawasan Permukiman Kementerian PKP RI. Termasuk didalamnya pengusulan perumahan khusus untuk korban konflik sosial di Negeri Kariuw dan perumahan khusus untuk korban konflik sosial Negeri Masihulan. (*)