Kamis, 23 April 2026

Malteng Hari Ini

Pembimas Catat Sebanyak 1.500 Penduduk Hindu di Maluku Tengah 

‎Mereka rerata merupakan masyarakat dari suku Jawa, Bali, serta penduduk asli Maluku dari Suku Naulu dan Huaulu di Pulau Seram, Maluku Tengah. 

TribunAmbon.com/ Silmi Suailo
SUKARDI RIANTO - Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Maluku, Sukardi Rianto saat diwawancarai TribunAmbon.com di Masohi, beberapa waktu lalu 

‎Laporan Jurnalis Tribunambon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Pembina Masyarakat (Pembimas) Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Sukardi Rianto menyebutkan, terdapat kurang lebih 1.500 penduduk beragama Hindu di Kabupaten Maluku Tengah.

‎Mereka rerata merupakan masyarakat dari suku Jawa, Bali, serta penduduk asli Maluku dari Suku Naulu dan Huaulu di Pulau Seram, Maluku Tengah. 

‎"Khusus Maluku Tengah di Disdukcapil kurang lebih ada 1.500 penduduk beragama Hindu. Tapi dulu kita pernah di angka 2.500 penduduk," ujar Sukardi di Masohi beberapa waktu lalu. 

‎Kenapa data ini berkurang, lanjutnya,  karena mereka (masyarakat) belum mengurus akte perkawinan sehingga mereka belum tercatat. 

‎"Yang tercatat kurang lebih 1.500 baik dari Bali, Jawa maupun suku Naulu dan Huaulu," ungkap dia.

Baca juga: Fenomena New Moon, BPBD Kota Tual Imbau Warga Pesisir Waspada Banjir Rob

Baca juga: Keceriaan Anak-anak Taniwel Timur Warnai Peringatan Hardiknas bersama Polwan Polres SBB



‎Memang diakui, langkah sosialisasi pembuatan akta perkawinan baru-baru ini gencar dilakukan setelah adanya penyuluh PPPK yang ditugaskan di Maluku Tengah.

‎"Para penyuluh melihat pembinaan ke masyarakat ternyata banyak masyarakat yang belum memiliki akta perkawinan. Dulu-dulu tidak mau melapor mereka," paparnya.

‎Akibat itulah pihak Kemenag Agama tidak tahu saat itu. Ternyata setelah ada petugas penyuluh yang dekat dengan masyarakat baru adanya keterbukaan. 

‎"Tapi secara keseluruhan dari Provinsi Maluku setiap pembinaan paling hanya tiga hari, jadi pembinaan secara pendalaman itu kurang. Dengan adanya Pokja Penyuluh ini mereka berdekatan dengan masyarakat suku Naulu karena merasa bersaudara jadi semakin terbuka dan bisa difasilitasi," pungkas Sukardi. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved