Jumat, 24 April 2026

Hari Kartini

Hari Kartini: Mengenang Perjuangan Perempuan yang Mengubah Wajah Indonesia

Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini, sosok perempuan Jawa yang dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan.

|
Canva/Tribunnews.com
HARI KARTINI - Grafis yang dibuat di Canva Premium pada Sabtu (19/4/2025). Sejarah dan kutipan R.A Kartini pada Buku Habis Gelap Terbitlah Terang 

Kemudian muncul pemikiran ingin memperjuangkan haknya sebagai perempuan.

Menurutnya, seorang wanita juga perlu memperoleh persamaan, kebebasan, otonomi serta kesetaraan hukum.

Kartini mulai memberi perhatian lebih pada adanya gerakan emansipasi wanita.

Setelah resmi menikah dengan Bupati Rembang bernama KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada 1903, Kartini memutuskan untuk mendirikan sekolah sendiri.

Ia mendirikan sekolah wanita dengan tujuan untuk memberikan kebebasan pendidikan bagi wanita pribumi.

Tetapi, pada 17 September 1904, R. A Kartini wafat setelah melahirkan anak pertamanya Soesalit Djojoadhiningrat.

Surat-surat R.A Kartini menjadi peninggalan, surat tersebut menginspirasi banyak wanita Indonesia karena berisikan tentang perjuangannya mengenai status sosial hak para wanita pribumi.

Bukti perjuangan R.A Kartini tersebut kemudian disusun sebagai buku.

Buku tersebut dikenal dengan judul Door Duisternis tot Licht atau dalam bahasa Indonesia "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Buku ini menjadi inspirasi bagi banyak perempuan di masa itu untuk bangkit dan memperjuangkan haknya.

Kartini bukan hanya berbicara tentang pendidikan bagi perempuan, tetapi juga tentang pentingnya perempuan berperan aktif dalam membangun bangsa.

Sejarah perjuangan R.A Kartini hingga saat ini masih dikenang dan diperingati sebagai Hari Kartini tiap tanggal 21 April.

Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Nasional dan menetapkan 21 April sebagai Hari Kartini, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 1964.

Hari Kartini pun menjadi simbol perjuangan perempuan Indonesia untuk setara, bebas berpendapat, dan mendapatkan pendidikan yang layak.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved