Selasa, 28 April 2026

Wabah Diare di Pulau Rhun Maluku, Posko Kesehatan Dibuka, 47 Kasus Tercatat

Total 47 kasus KLB Diare terjadi di Pulau Rhun, Kecamatan Banda, Kabupaten Malteng, sejak Rabu (9/4/2025) hingga Minggu (13/4/2025).

Puskesmas Walang
WABAH DIARE - Petugas medis Puskesmas Walang saat melayani masyarakat Pulau Rhun saat dilanda wabah diare, Minggu (13/4/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Wabah diare menyerang warga di Pulau Rhun, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah

Kejadian ini telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB), dengan total 47 kasus terdata sejak Rabu (9/4/2025) hingga Minggu (13/4/2025).

Data tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan Puskesmas Walang, Dokter Fitrah, yang saat ini memimpin tim medis di lokasi.

Dari awal, Rabu ,(9/4/2025) sampai Minggu (13/4/2025) total kasus 47. Satu anak meninggal, yang lain sudah mulai membaik, trennya sudah melandai," ujarnya.

Tim medis tiba di Pulau Rhun pada Sabtu (12/4) pagi dan langsung membuka posko kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu). 

Penanganan dilakukan tidak hanya untuk pasien diare, tetapi juga pasien umum lainnya.

Baca juga: Wabah Diare di Pulau Rhun, dr. Fitrah Pastikan Hanya Satu Meninggal, Bukan Tiga

Baca juga: Banyak Sampah di Tepi Laut, DPRD Ambon Khawatir Ada Pencemaran Lingkungan di Teluk Ambon

Dari 100 kunjungan, pasien dengan diare hanya tujuh orang pada saat kami buka posko Sabtu pagi," kata dokter.

Posko tersebut dibuka hingga pukul 14.00 WIT. 

Usai istirahat dan makan, tim kemudian melakukan pelacakan door to door ke seluruh RT di Pulau Rhun.

"Kami lacak dan lakukan pengobatan, kami cari masih adakah yang sakit tapi belum dapatkan obat. Kami pastikan kalau ada yang sakit diare, kami beri obat," papar dia.

Diketahui, terdapat tujuh RT di Desa Pulau Rhun, dan seluruhnya telah dilakukan inspeksi. 

"Dan sore hari, ditemukan ada sembilan pasien diare. Jadi total yang kami terima di hari Sabtu adalah 16 orang, sedangkan dari (peristiwa) awal sekitar 29 orang," terang dokter.

Setelah pelacakan dan penanganan awal, tim juga melakukan wawancara kepada warga terkait kondisi lingkungan dan kebiasaan sehari-hari.

"Setelahnya, Minggu ,(13/4/) kami melakukan pengambilan sampel air untuk diperiksa. Sementara masih menunggu hasil pemeriksaan dari lab," tukas dr. Fitrah.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak panik, karena ketersediaan obat mencukupi dan tim medis terus siaga di lokasi.

"Setelah itu, baru kami kembali ke tempat tugas di Puskesmas Walang. Ketika kami kembali nanti, pustu-nya tetap buka," pungkas dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved