Senin, 11 Mei 2026

Bentrok di Maluku

Sikapi Bentrok di Beberapa Daerah, Ketua Majelis Latupati Ambon: Mari Bertemu Dan Cari Jalan Damai

Ketua Majelis Latupati Kota Ambon, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan saling menghormati sebagai bagian dari warisan leluhur.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Ode Alfin Risanto
Sumber : Reza Valdo Maspaitella
LATUPATI AMBON- Ketua Majelis Latupati Kota Ambon, Reza Valdo Maspaitella, himbau warga untuk tidak bertengkar dan menjaga persaudaraan di Maluku. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Ketua Majelis Latupati Kota Ambon, Reza Valdo Maspaitella, mengeluarkan himbauan penuh harapan agar daerah-daerah yang sedang berkonflik di Maluku, segera menghentikan pertikaian dan menjalin kembali perdamaian. 

Dalam pesannya yang disampaikan kepada seluruh masyarakat Maluku, Ketua Majelis Latupati Kota Ambon, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan saling menghormati sebagai bagian dari warisan leluhur. 

“Beta (saya) ingin menyampaikan pesan bagi saudara-saudara di Negeri Tulehu, Negeri Tial, Negeri Sawai, Negeri Rumaholat dan seluruh Basudara lainnya di seluruh Negeri di Tanah Maluku. Mari ketong (kita) hentikan pertikaian ini. Mari ketong Hindari Pertikaian di masa depan. ketong semua adalah satu saudara, satu tanah, satu hati,” ujar Maspaitella dalam rilis yang diterima TribunAmbon.com, Jumat (4/4/2025).

Maspaitella juga mengingatkan masyarakat tentang filosofi hidup ‘pela gandong’ yang telah menjadi pedoman hidup rakyat Maluku sejak dahulu. 

Bahwa budaya pela dan gandong menurutnya, memiliki nilai persaudaraan yang tinggi dalam mengikat seluruh masyarakat dengan kasih sayang dan kebersamaan. 

“Sejak dahulu, leluhur ketong telah mengajarkan filosofi hidup pela gandong, nilai persaudaraan yang mengikat kita semua dalam kasih dan kebersamaan. Tidak ada manfaat dari kebencian dan permusuhan, karena yang terluka bukan hanya kita sendiri, tetapi seluruh masyarakat, seluruh negeri,” jelasnya. 

Baca juga: Maraknya Bentrok di Beberapa Daerah, Bodewin Wattimena Ajak Warga Ambon Tetap Jaga Kondusifitas

Baca juga: Kapolres SBT Imbau Warga Sebar Pesan Damai di Maluku

“Pela Gandong bukan sekadar tradisi, tetapi juga simbol persatuan, toleransi, dan perdamaian di Maluku. Nilai ini mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk bertikai, tetapi justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan memperkuat kebersamaan,” sambung Maspaitella. 

Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai adat, agama, dan kehormatan keluarga yang telah diturunkan oleh leluhur. 

Tak hanya itu, diingatkan pula bahwa persaudaraan dan kedamaian lebih penting daripada kebencian dan perpecahan. 

“Ketika emosi memuncak, kita harus menahan diri, karena tidak ada kebaikan yang lahir dari permusuhan. Mengasihi dan memaafkan jauh lebih mulia daripada membenci dan melawan,” ungkapnya. 

Dirinya menekankan pentingnya menjaga tanah dan waris leluhur yang telah ditinggalkan untuk generasi mendatang. 

“Para leluhur telah meninggalkan tanah ini untuk kita jaga, bukan untuk kita hancurkan. Apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu nanti. Kedamaian atau dendam. Persatuan atau perpecahan. Semua ada di tangan kita sendiri,” tuturnya. 

Sebagai penutup, Ketua Majelis Latupati Kota Ambon mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk bersama-sama mencari jalan damai dan mempererat tali persaudaraan. 

“Karena itu, beta bersama seluruh Pimpinan adat dan masyarakat adat mengajak, mari hentikan pertikaian. Mari bertemu, bergandengan tangan, dan duduk bersama untuk mencari jalan damai. Katong orang Maluku, besar karena kita memiliki persaudaraan, nilai-nilai adat, dan iman yang kuat. Mari Katong jaga negeri, jaga hati, dan jaga persaudaraan,”ajaknya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved