Bentrok di Salahutu
Kondisi di Salahutu Aman Terkendali, Kapolresta Imbau Warga Jangan Terprovokasi
Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.45 WIT ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka berat.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Bentrokan antar pemuda dari Desa Tulehu dan Desa Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah pada Senin (31/3/2025) sore, berangsur damai.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.45 WIT ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka berat.
Kapolresta Ambon, AKBP Dr. Yoga Putra Prima Setya, mengimbau kepada seluruh masyarakat dari kedua belah pihak untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kami dari pihak kepolisian terus berupaya untuk meredam situasi dan mencegah terjadinya bentrokan susulan. Aparat keamanan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penjagaan dan memastikan situasi kembali kondusif," tegas Kapolresta, Selasa (1/4/2025).
Pasca insiden itu, Polresta mengerahkan 300 personel gabungan yang dibagi menjadi dua untuk menjaga perbatasan di Desa Tulehu dan Desa Tial.
Ratusan personel kepolisian dikerahkan ke dua desa itu terdiri dari 80 personel Polresta Pulau Ambon, 70 personel Brimob Polda Maluku, 61 personel Samapta Polda Maluku, 22 personel Ditkrimum, dan 11 personel Intelkam.
"Saat ini anggota kita bagi untuk mengamankan Desa Tial kurang lebih 150 personel dan menjaga perbatasan di Desa Tulehu 150 personel ini untuk antisipasi bentrokan lebih lanjut dan kita juga dibekap oleh 2 SST dari Kodim dan 2 SST dari Denkav," ungkapnya.
Polresta Ambon juga telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab bentrokan dan menangkap pelaku. Hingga saat ini, belum ada tersangka yang ditangkap.
Sebelumnya, Kapolresta Ambon, AKBP Dr. Yoga Putra Prima Setya dalam keterangannya menjelaskan insiden bermula ketika tiga pemuda asal Tulehu, yakni Jakir Malabar (40), Raju Ohorella (meninggal dunia), dan Alan Semarang, berboncengan sepeda motor dari arah Suli menuju Tial.
Setibanya di Dusun Salameti, mereka ditegur oleh pemuda Tial. Tidak terima dengan teguran tersebut, ketiganya turun dari motor dan melakukan penikaman terhadap seorang warga Tial bernama Sukirang Lestaluhu (28).
Baca juga: Breaking News, Bentrok Antar Pemuda di Kecamatan Salahutu Maluku, Satu Korban Meninggal Dunia
Baca juga: Jadwal KM BINAIYA 2 - 16 April 2025: Rute Makassar, Bima, Labuan Bajo, Awerange, Bontang, Bontang
Aksi penikaman ini memicu amarah warga Tial. Massa kemudian mengejar ketiga pemuda Tulehu tersebut. Sesampainya di depan SMP Negeri 27 Tial, Dusun Naya, para pelaku berhasil diamankan oleh massa.
Nahas, Raju Ohorella tewas di lokasi akibat dianiaya menggunakan parang dan batu.
Sementara itu, Jakir Malabar mengalami luka-luka dan saat ini masih berada di lokasi kejadian menunggu evakuasi karena dihadang massa.
Alan Semarang juga mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke RSUD Tulehu untuk mendapatkan perawatan medis.
Korban pertama, Sukirang Lestaluhu, saat ini tengah dirawat di RS Leimena. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/PENGEROYOKAN-2.jpg)