Bentrok di Maluku Tenggara
Orang Tua Korban Bentrok Landmark Kota Langgur Minta Polres Malra Tangkap Pelaku Pembunuhan
Ia mengaku sedih dan tak terima anaknya menjadi korban penembakan saat bentrokan terjadi.
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Wehelmina Marta Kudubun, Ibu dari Nathan Kudubun korban tewas dalam bentrokan antar pemuda di Landmark Kota Langgur, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku, meminta kepada pihak Kepolisian agar segera menangkap pelaku.
Ia mengaku sedih dan tak terima anaknya menjadi korban penembakan saat bentrokan terjadi.
Diketahui, peristiwa bentrokan tersebut terjadi di
Landmark Kota Langgur, Kecamatan Kei Kecil, pada Minggu (16/3/2025) dini hari.
Dengan berurai air mata Ibu Wehelmina mengatakan, sebagai orang tua baru merasakan hati tenang dan lega ketika pelaku sudah ditangkap.
"Kalau seperti ini terus saya sebagai orang tua tidak merasa damai dan tenang, oleh sebab itu saya minta pelaku segera ditangkap," katanya, saat diwawancarai awak media, Jumat (28/3/2025).
Wehelmina memohon kepada siapa saja yang berwenang, tolong agar pelakunya segera ditangkap.
"Tolong tangkap pelakunya, agar semuanya dapat terungkap, kalau belum kunjung ditangkap sampai kapan kita menunggu, kami sebagai orang tua rasa sakit," ungkapnya.
Dirinya menegaskan hingga saat ini, tidak ada kunjungan dari Pihak Kepolisian, Pemkab Malra ataupun Aparatur Sipil Negara dari dinas terkait ke keluarga korban.
"Tidak ada sama sekali, kita dari orang tua juga cukup resah, saya minta kepada Kapolda Maluku dan Kapolres Malra tolong tangkap pelaku, anak saya bukan binatang lantas ditembak begitu saja," kesalnya.
Untuk diketahui di hari yang sama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, juga melaksanakan sumpah ada di lokasi bentrokan Landmark Kota Langgur dengan menggandeng raja-raja di Kei.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.