Senin, 13 April 2026

Bentrok di Maluku Tenggara

Kapolres Minta Masyarakat Maluku Tenggara Jaga Kondusifitas 

Kapolres Maluku Tenggara AKBP Frans Duma, meminta masyarakat menjaga kondusifitas selama proses penyidikannya .

Ist
BENTROK DI MALUKU TENGGARA -- Kapolres Maluku Tenggara AKBP Frans Duma, meminta masyarakat menjaga kondusifitas selama proses penyidikannya terhadap bentrok di Landmark Kota Langgur. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Kapolres Maluku Tenggara AKBP Frans Duma, meminta masyarakat menjaga kondusifitas selama proses penyidikannya terhadap bentrok di Landmark Kota Langgur.

Hal tersebut dikemukakan menyusul bentrokan yang kembali terjadi di Landmark Kota Langgur, Kawasan Ohoijang, Kecamatan Kei Kecil, Minggu (16/3/2025) lalu.

"Saya mengajak meminta dan mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga Kondusifitas selama proses penyidikan berlangsung," ucap Frans saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (18/3/2025).

Dikatakan, saat ini Polres tengah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat meredam situasi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Kami juga berharap, orang tua dan masyarakat dapat  terlibat aktif dalam menjaga stabilitas keamanan, tolong jam malam anak-anak diperhatikan agar tidak terlibat masalah," pintanya.

Frans juga meminta media agar dapat membantu pihak keamanan dalam memberitakan dan mengedukasi masyarakat.

"Saya meminta mari perbanyak narasi perdamaian yang menyejukkan dan mari sama-sama kita jaga Malra dengan berlandaskan ain ni ain, ain fangnanan ain," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bentrok antar sekelompok pemuda kembali terjadi di kabupaten Maluku Tenggara(Malra), Minggu (16/3/2025) dini hari. 

Imbas dari peristiwa ini menyebabkan 16 orang warga dan anggota Polres Malra terluka.

Korban terluka dari warga berjumlah 7 orang. 2 diantaranya meninggal dunia. Sementara korban dari anggota Polres Malra berjumlah 9 orang. 

Umumnya, para korban mengalami luka-luka akibat terkena tembakan senapan angin, anak panah dan parang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved