Jumat, 10 April 2026

SBT Hari Ini

Gapura Pantai Gumumae Rawan Ambruk, Pengunjung Minta Segera Diperbaiki

Kecemasan pengunjung itu menyusul gapura yang bertuliskan 'Welcome to Gumumae Beach' itu retak pada salah satu tiang.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Haliyudin Ulima
PANTAI GUMUMAE - Tampak salah satu tiang gapura pantai Gumumae, kota Bula, kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tampak mengalami keretakan, Kamis (13/3/2025). 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah pengunjung pantai Gumumae Kota Bula, kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mengaku cemas saat melewati gapura masuk kawasan wisata itu. 

Kecemasan pengunjung itu menyusul gapura yang bertuliskan 'Welcome to Gumumae Beach' itu retak pada salah satu tiang.

Pantauan Tribunambon.com di lokasi, Kamis (13/3/2025), salah satu tiang mengalami kerusakan yang cukup parah.

Keberadaannya dianggap mengancam aktifitas pengunjung, terlebih saat angin kencang.

Pasalnya, pengunjung hingga pengendara kerap berteduh di bawah gapura tersebut saat kondisi hujan.

Rusdi Sidi (36) salah satu pengendara menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah atas kondisi itu. 

Baca juga: Polda Maluku dan Polres Jajaran Bersama Awak Media Bagikan Ribuan Takjil Gratis

Baca juga: Harga Jahe di Pasar Langgur Maluku Tenggara Melonjak, Capai Rp 100 Ribu Per Kilo 

"Pemerintah diam saja selama ini, seharusnya fasilitas-fasilitas seperti ini malah diabaikan, tidak dilerbaiki. Harusnya ditata dengan baik, supaya pengunjung bisa menikmati, ini malah dibiarkan begitu saja," ujarnya saat diwawancarai Tribunambon.com, Kamis (13/3/2025).

Hal serupa juga diutarakan Gita (31) salah satu pengunjung, Ia meminta pemerintah segera memperbaiki kerusakan. 

Mulai dari jalan rusak, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga gapura yang rawan ambruk itu.

"Setiap masuk itu bayar per kepala Rp 7.000, tapi fasilitasi seng (tidak) memadai, jalan rusak, lampu mati, tambah dengan gapura ini," sesalnya.

Ia berharap, keluhan mereka segera dikabulkan oleh pemerintah setempat, untuk mendukung aktifitas kelancaran pengunjung.

"Ini yang kelola dari pariwisata, kami minta supaya masalah-masalah ini secepatnya dibatasi," tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved