Lakalantas
Tercatat 19 Kasus Lakalantas Sepanjang 2024 di SBT: Didominasi Anak di Bawah Umur
Data menunjukkan terjadi 19 kasus kecelakaan di 2024, kecelakaan itu justru didominasi oeleh anak-anak yang masih dibawa umur.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Timur (SBT) mencatat angka kecelakaan lalu lintas cukup tinggi sepanjang tahun 2024.
Terdata 19 kasus kecelakaan di 2024, kecelakaan itu justru didominasi oleh anak di bawah umur.
Dari jumlah tersebut, 11 mengalami luka berat, 3 orang mengalami luka sedang, dan 4 orang mengalami luka ringan.
Penyidik Satlantas Polres SBT Briptu Yusril Yongki Yamin mengakui, penyebab angka kecelakaan terbanyak justru menyasar anak-anak.
"Yang paling banyak itu anak-anak, ada yang tabrak jalur, ada juga yang berkendara dengan kecepatan tinggi, jadi anak-anak yang paling sering," ujarnya saat diwawancarai Tribunambon.com.
Baca juga: Gemah Demo Menolak PT. Waragonda, Pemda Diminta Evaluasi DLH
Baca juga: Tabel Angsuran KUR BRI 2025 Pinjaman Rp 50 - 150 Juta, Syaratnya Mudah! Siapkan KTP, KK, Akta Nikah
Untuk itu, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bula untuk makin ketat awasi anak.
"Kembali ke orang tua, peran orang tua itu penting, sekalipun kami telah melakukan sosialisasi berulang kali di sekolah-sekolah tapi tidak didukung dengan pengawasan orang tua, sama saja," jelasnya.
Ia pun mengajak agar pengendara baik roda dua maupun empat, selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.
"Jangan mengemudi dalam keadaan mabuk, jangan mengemudikan dengan kecepatan tinggi. Selalu gunakan helm dan perlengkapan keselamatan lainnya," ajaknya.
Briptu Yusril juga menambahkan bahwa Satlantas Polres SBT bakal terus meningkatkan patroli dan penindakan bagi pelanggar lalu lintas.
Hingga kini pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas, terlebih kepada anak sekolah.
Pihaknya berharap, adanya tindakan penjagaan ketat yang dilakukan oleh setiap orang tua untuk meminimalisir bahaya kecelakaan terjadi.
"Kami berharap kalau bisa orang-orang tua nasehat anak-anak mereka, bila perlu dilarang untuk yang masih dibawa umur, karena yang sering terjadi ini anak-anak saja," tutupnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.