Efisiensi Anggaran
Efesiensi Anggaran, Kemenag Maluku Akui Dana BOS Dipangkas, Ini Dampaknya
Kemenag mengaku beberapa program dan kegiatan yang terencana akan berdampak akibat kebijakan efisiensi anggaran yang diintruksikan Presiden.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Bidang Pendidikan Islam, Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Maluku, La Fata mengaku beberapa program dan kegiatan yang terencana akan berdampak akibat kebijakan efisiensi anggaran yang diintruksikan Presiden Prabowo Subianto.
Ini lantaran anggaran bantuan operasional sekolah (BOS), untuk Sekolah dibawah Kementrian Agama Republik Indonesia wilayah Provinsi Maluku dipangkas hingga separuh dari anggaran sebelumnya.
Di antaranya, besaran BOS untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang semula Rp. 1.020.000 per siswa, turun menjadi Rp. 500 ribu per siswa.
Besaran BOS untuk siswa Madrasah Tsanawiyah atau MTs sebelumnya 1.250.000 per siswa, turun menjadi Rp. 700 ribu.
Sementara besaran BOS untuk siswa Madrasah Aliyah atau MA yang awal Rp. 1.700.000, kini turun hingga Rp. 700 ribu.
“Yang jelas pasti berdampak lah karena namanya Dana Bos ini kan samping peningkatan juga untuk operasional sekolah itu, ketika itu ternyata madrasah sudah memprogram kan untuk kedepan tiba tiba anggarannya turunkan pasti akan berdampak terhadap peningkatan program program yang sudah di program kan oleh lembaga yang bersangkutan,” ungkap La Fata kepada TribunAmbon.com, Rabu (19/2/2025).
Namun dikarenakan program pemerintah dalam penurunan nominal BOS Madrasah sebagaimana juga tertuang dalam surat Direktorat Jendral (Ditjen) Pendidikan Islam tertanggal 14 Februari 2025, membuat pihak wilayah Kemenag Provinsi Maluku harus mengikutinya.
“Tapi mau tak mau harus dijalanikan. yah itu memang sudah program pemerintah kita harus jalankan sesuai dengan mekanisme dan juknis yang ditetapkan oleh kementerian agama dalam hal ini dirujuk oleh direktorat jenderal atau dirjen pendidikan Islam karena kan secara nasional,” ujarnya.
Diketahui, dampak efisiensi anggaran ini dirasakan 40 Madrasah di Provinsi Maluku. Empat di antaranya berada di wilayah Kota Ambon, dan sisanya tersebar di kabupaten lain pada Provinsi Maluku. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Kantor-Kemenag-Maluku-new.jpg)