Senin, 18 Mei 2026

Maluku Terkini

Banjir Rob Terjang Negeri pun Maluku, 6 Rumah Rusak Parah

Puluhan rumah di Negeri Makariki, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, terendam banjir rob pada Minggu (9/2/2024).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Salama Picalouhata
Dok warga
BANJIR ROB - Warga Negeri Makariki, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, terdampak banjir rob, Minggu (6/2/2025). Puluhan rumah mengalami kerusakan, enam di antaranya rusak parah. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Puluhan rumah di Negeri Makariki, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, terendam banjir rob pada Kamis (6/2/2024).

Banjir yang disebabkan oleh ombak tinggi ini mengakibatkan beberapa tanggul penahan jebol. Air laut pun masuk ke permukiman warga.

Menurut keterangan Sekretaris Negeri Makariki, Octovianus Titiahy (45), banjir rob ini menggenangi 30 rumah warga yang berada di wilayah tersebut

“Ini karena air pasang tinggi, lalu ombak sangat besar dan angin kencang. Sekitar 30 rumah rusak. Ada rusak berat dan rusak ringan. Warga punya speedboat hilang dan pemerintah punya rusak,” ungkap Titiahy kepada TribunAmbon.com, melalui telepon WhatsApp, Minggu (9/2/2025).

Titiahy mengungkapkan, bahwa fenomena ini merupakan pertama kali terjadi di Makariki. 

“Seingat saya, dari saya kecil sampai sekarang, tidak pernah kejadian seperti ini. Makariki baru pernah terjadi seperti ini,” ujar Titiahy. 

Kata dia, kondisi tersebut telah dilaporkan Pemerintah Negeri Makariki kepada Pemerintah Kabupten Maluku Tengah. 

“Kejadian ini juga telah kami kabari ke Pemerintah Kabupaten,” terangnya. 

Dengan harapan besar, agar pemerintah kabupaten Maluku Tengah maupun Provinsi Maluku, dapat membangun talud dan pemecah ombak yang lebih kuat di kawasan pesisir. 

Hal ini penting, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana serupa di masa depan, yang bisa berdampak kerugian besar kepada warga. 

“Mengingat negeri kami di daerah pesisir pantai, kami minta supaya Talud dilihat kembali dan juga pemecah ombak, baik meminta dari pemerintah Kabupten atau pemerintah Provinsi. Karena tidak menutup di tahun-tahun kedepan jika terjadi lagi, bisa jadi kerugian akan semakin banyak,” pinta Sekretaris Negeri Makariki

“Dari pihak pemerintah kabupaten katong (kita) sudah melapor, tapi mungkin tahun anggaran baru to, jadi tidak bisa memaksa harus secepatnya,” ucap dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved