Jalan Rusak di Ambon

Pasca Dicor, Jalan Rusak di Tanjakan 2000 Ambon Licin, Empat Pengendalian Tergelincir

Ruas jalan tanjakan 2000, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, licin pasca ditambal menggunakan campuran semen, Senin (3/1/2025) malam.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Salama Picalouhata
Haliyudin Ulima
JALAN LICIN - Salah satu pengendara roda dua saat melintasi ruas Jalan Tanjakan 200, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (3/1/2025) malam. Tak jarang, beberapa pengendara motor saat melintasi ruas jalan itu dibuat tergelincir akibat campuran semen yang berahamburan di badan jalan. 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ruas jalan tanjakan 2000, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, licin pasca ditambal menggunakan campuran semen, Senin (3/1/2025) malam.

Pantauan Tribunambon.com di lokasi, cairan semen berhamburan di permukaan jalan dengan panjang mencapai puluhan meter.

Pengendara yang melintasi area itu turut resah, pasalnya keberadaan cairan semen pada permukaan jalan dianggap membahayakan mereka.  

Tak jarang, beberapa pengendara motor saat melintasi ruas jalan itu dibuat tergelincir.

Jineini (51) salah satu pedagang di kawasan itu menjelaskan, meski baru diperbaiki, tidak ada perubahan signifikan yang terjadi pada jalan rusak itu. 

"Ini tadi ada molen satu buah dikirim untuk perbaiki jalan lubang ini, tapi sama saja, masyarakat karena semen terhambur di jalan," ujarnya saat diwawancarai Tribunambon.com.

Sejak perbaikan tersebut, ia mengaku sedikitnya empat pengendara motor tergelincir akibat licin.

"Dari tadi sampe sekarang ini sudah empat motor yang jatuh," tambahnya.

Menurutnya, proses perbaikan tersebut dilaku semrawut tanpa mementingkan keselamatan pengguna jalan raya.

"Bagusnya perbaiki satu jalur dulu, nanti sudah kering baru pindah ke jalur sebelahnya, ini tidak, labrak satu kali samua, akhirnya jadi bagini," jelasnya.

Senada dengan itu, Muhammad Zainul Uar saah satu sopir Angku Stain turut merasakan dampaknya.

"Kalau mau tambal itu jangan tempo-tempo bagini, tunggu lat-lat supaya kendaraan juga tidak terlalu ramai yang lewat," ujarnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved