Sampah di Ambon
Sungai di Waiheru Masih Jadi Tempat Sampah: Terbawa Sampai Perairan Teluk Ambon
Sebagian besar dari sampah tersebut adalah sampah plastik yang berupa kemasan makanan, minuman, dan sampah rumah tangga.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Aliran Sungai di Desa Waiheru, Kota Ambon, masih dipakai tempat pembuangan sampah warga.
Hasil penelusuran TribunAmbon.com pada Sabtu (18/1/2025), diantaranya sepanjang bantaran sungai Waiheru dan Sungai lapiaso dipenuhi berbagai jenis sampah.
Sebagian besar dari sampah tersebut adalah sampah plastik yang berupa kemasan makanan, minuman, dan sampah rumah tangga.
Bahkan sampah-sampah tersebut hanyut dan langsung menuju perairan Teluk Ambon.
Alhasil memperburuk kualitas air laut.
Selain itu, aliran sungai yang jernih, kini juga berubah kecoklatan akibat pembuangan limbah rumah tangga yang tak terkelola dengan baik.
Pada 2024 lalu, Kepala Desa Waiheru, Usman Eli, menegaskan akan memberikan sangsi tegas untuk warga yang masih membuang sampah sembarangan.
Melihat kondisi tersebut, salah seorang warga Waiheru yang tinggal di pesisir pantai, Ari (25) mengaku kesal akan kondisi tersebut.
Pasalnya, aliran sungai pada 10 tahun lalu, masih dimanfaatkan warga untuk mandi, mencuci, hingga pemanfaatan air bersih untuk kebutuhan lainnya, kini tak ada lagi.
“Dulu waktu kecil, aliran sungai itu, sering digunakan untuk daerah pemandian kami. Tapi kini, sungai sudah kotor, masyarakat mulai buang sampah sembarangan,” ujar Ari saat ditemui TribunAmbon.com.
Lanjutnya, selain mencemari air bersih, sampah-sampah yang dibuang dari hulu sungai itu, berakhir di perairan Teluk Ambon dan merusak ekosistem mangrove.
“Sampah ini pernah katong kasih bersih di daerah mangrove, ketebalan sampah sampai satu meter. Sayang sekali kondisi ini. Bahkan ada mangrove yang mati,” terangnya.
Melihat kondisi tersebut, Ari menyoroti terkait dengan kurangnya fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di area pemukiman bantaran sungai. Sebab menurutnya, tidak adanya TPS, menyebabkan warga memilih untuk membuang sampah di sungai sebagai solusi praktis.
“Untuk TPS di daerah bantaran sungai itu tidak ada. Hanya di depan jalan besar. Seharusnya Pemerintah dan pihak Desa buat untuk mengantisipasi masyarakat. Karna kondisi TPS jauh, jadinya masyarakat kaya lihatnya lebih baik buang di sungai saja, lebih praktis,” ujarnya.
Ia berharap ada kesadaran warga dalam melindungi aliran sungai untuk keberlanjutan lingkungan hidup.
“Dilain sisi ada TPS, juga harus ada tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan hidup. Agar sampah ini tak mencemari sungai dan laut. Teluk Ambon yang indah ini harus dijaga jangan sampai menjadi tempat sampah,” harapannya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.