Gerak Cepat Aparat Ringkus Pelaku Pembunuhan di Hualoy, Kapolres SBB Minta Warga Stop Palang Jalan
Polres Seram Bagian Barat berhasil meringkus terduga pelaku pembunuhan di Hualoy kurang dari 5 jam pasca kejadian.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Tanita Pattiasina
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
PIRU, TRIBUNAMBON.COM - Aparat Kepolisian Resor Seram Bagian Barat berhasil meringkus terduga pelaku pembunuhan kurang dari 5 jam pasca kejadian.
Diketahui, kasus itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIT, di Desa Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada Jumat (17/1/2025) dini hari.
Saat itu korban bersama temannya dari Desa Tomalehu berkendara.
Tiba-tiba mereka dicegat oleh terduga pelaku, Hamid Hehanussa.
Saat korban turun, pelaku langsung menikam dada korban menggunakan sebilah pisau.
Baca juga: Insiden Kecelakaan Speedboat Dua Nona Masih Dalam Proses Penyelidikan Polres SBB
Baca juga: Waspada! 287 Lubang Jalan Ancam Pengendara di Jalur Waipirit - Piru Kabupaten Seram Bagian Barat
Melihat kejadian itu, teman korban Iksan Manuputty berlari kembali ke arah Desa Tomalehu untuk melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga.
Keluarga lalu mendatangi korban dan membawanya ke Puskesmas Tomalehu. Sayangnya, nyawa korban tak tertolong.
Pasalnya, korban mengalami luka robek pada bagian belakang leher, luka robek pada daerah atas dada sebelah kanan, luka gores pada dada sebelah kanan dan perut samping kanan.
Kapolres Seram Bagian Barat (SBB), AKBP Dennie Andreas Dharmawan menegaskan bahwa pelaku kini telah diamankan.
"Mendapat laporan kejadian tersebut, Kapolsek Kairatu Timur, IPDA. Lodewyk R. Alfons, bersama personelnya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menangkap pelaku," ungkapnya.
Dijelaskan, setelah melakukan pengejaran, Hamid Hehanussa berhasil ditangkap pada pukul 06.00 WIT dan kini telah diamankan di Polsek Kairatu Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pasca kejadian, keluarga korban yang tak terima lalu melakukan pemalangan jalan.
Mereka memasang beton memagari jalan sehingga arus lalu lintas terganggu.
Menanggapi itu, Kapolres meminta masyarakat untuk tenang dan membuka blokade.
Menurutnya, pelaku sudah diamankan untuk proses hukum sehingga tidak ada alasan bagi keluarga untuk menganggu ketertiban umum.
"Pelaku sudah kami amankan, kepolisian sudah menjalankan tugas dengan baik, jadi saya minta jangan lagi memalang jalan seperti ini, kasihan masyarakat lainnya mau beraktivitas," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Jalan-trans-seram-di-palang.jpg)