Maluku dalam Angka
Maluku Alami Deflasi 0,41 Persen Selama Periode Nataru 2024
Provinsi Maluku mengalami deflasi pada Desember 2024, didorong realisasi kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Transportasi.
TRIBUNAMBON.COM – Provinsi Maluku mengalami deflasi pada Desember 2024.
Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, Rawindra Ardiansah mengatakan berdasarkan data BPS, angka realisasi di Maluku mengalami deflasi 0,41 persen (mtm).
Realisasi gabungan kabupaten/kota di Maluku tercatat lebih rendah dibandingkan realisasi nasional yang tercatat inflasi sebesar 0,44 persen (mtm).
“Secara spasial, deflasi bersumber dari Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Ambon dengan deflasi masing-masing sebesar 0,50 persen dan 0,41 persen. Namun demikian, deflasi yang lebih tinggi tertahan oleh Kota Tual yang mengalami inflasi sebesar 0,12 persen (mtm),” kata Rawindra, dikutip Minggu (5/1/2025).
Ia menjelaskan, deflasi yang terjadi di Maluku utamanya didorong realisasi kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Transportasi.
Baca juga: NTP di Maluku Desember 2024 Naik 0,53 Persen, Daya Beli Petani Meningkat
Baca juga: Ekspor Maluku November 2024 Capai USD 9,38 juta
Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau tercatat mengalami deflasi sebesar 0,89 persen (mtm).
Deflasi kelompok tersebut, utamanya bersumber dari komoditas perikanan, seperti ikan selar, ikan tongkol, dan ikan layang.
“Masing-masing mengalami deflasi sebesar 0,31 persen (andil, mtm), ikan tongkol sebesar 0,13 persen (andil, mtm), dan ikan layang sebesar 0,09 persen (andil, mtm),” jelasnya.
Lanjutnya, Penurunan harga ikan tangkap utamanya dipengaruhi oleh pasokan perikanan yang cenderung mengalami peningkatan pasca musim panen ikan pelagis kecil di laut banda.
Di sisi lain, Kelompok Transportasi juga mengalami deflasi sebesar 0,89 persen (mtm).
Deflasi kelompok tersebut utamanya bersumber dari Tarif Angkutan Udara dengan andil inflasi sebesar 0,16 persen (andil, mtm).
“Penurunan tarif angkatan udara utamanya dipengaruhi oleh upaya penurunan harga tiket pesawat yang dilakukan Pemerintah pada periode Nataru 2024. Selain itu, pelaksanaan program TPID yang tepat waktu dan sasaran juga turut menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan,” tambahnya.
Di sisi lain, terdapat komoditas di kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang menahan laju deflasi lebih tinggi di Maluku.
Komoditas Bawang Merah dan Tomat masing-masing mengalami inflasi dengan andil inflasi sebesar 0,17 persen (andil, mtm) dan 0,15 persen (andil, mtm).
Inflasi komoditas tersebut, utamanya bersumber dari terbatasnya pasokan di tengah musim panen yang belum berlangsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Ilustrasi-deflasi.jpg)