Puting Beliung di Malra
BMKG Paparkan Penyebab Angin Puting Beliung di Maluku Tenggara
BMKG Malra menyebutkan, penyebab terjadinya angin puting beliung dipengaruhi oleh fenomena dinamika atmosfer, Madden Jullian Osscilation (MJO).
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Tanita Pattiasina
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Badan Klimatologi, Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menyebutkan, penyebab terjadinya angin puting beliung dipengaruhi oleh fenomena dinamika atmosfer, Madden Jullian Osscilation (MJO).
Gangguan fenomena ini berpotensi meningkatkan intensitas dan volume curah hujan.
"MJO diperkirakan akan mempengaruhi cuaca di Indonesia selama Nataru. fenomena ini dapat meningkatkan curah hujan, meskipun dampaknya masih perlu terus dipantau," ujar, Kepala BMKG Malra Oktavianus Zadrak, Kamis (19/12/2024).
Menurutnya, gangguan fenomena MJO secara spasial terpantau aktif di wilayah Maluku, yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.
Baca juga: Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah di Ohoider Atas - Maluku Tenggara
Baca juga: Bencana di Debut, BPBD Malra Sebut Total 92 Rumah Rusak Dihantam Puting Beliung
"Kombinasi antara MJO, gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Low Frequency pada wilayah dan periode yang sama terpantau aktif di Maluku," cetusnya.
Sehingga, lanjutnya, berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif serta pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah tersebut.
Terdapat Bibit Siklon Tropis 96W masih terpantau di sekitar Laut Filipina, sebelah utara Maluku Utara dengan kecepatan angin maksimum 25 knot, tekanan udara minimum 999.5 hPa, dan pergerakan ke arah Barat-Barat Laut.
Hal ini, memberikan dampak tidak langsung ke wilayah Maluku termasuk Malra, berupa peningkatan kecepatan angin dan pertumbuhan awan hujan yang menyebabkan hujan dengan prospek cuaca dan peringatan dini.
"Secara klimatologis pada bulan Desember dan Januari, wilayah Malra tengah berada pada musim hujan," terangnya.
Untuk itu di Malra masih berpotensi hujan sedang hingga lebat, di sertai badai guntur dan angin kencang selama periode musim hujan yang berpeluang terjadi secara merata di seluruh kecamatan.
"Masyarakat diharapkan lebih waspada dan dapat mengakses Informasi cuaca terkini melalui aplikasi lnfo BMKG Website," pungkasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.