Masalah Sampah di Ambon

Kota Ambon Produksi 220 Ton Sampah Per hari, Armada Angkut Milik Pemkot Terbatas

Setiap harinya, kota Ambon menghasilkan sekitar 220 ton sampah, sementara kapasitas armada pengangkutan sampah sangat terbatas.

|
Jenderal Louis
Tampak salah satu dump truk pengangkut sampah milik DLHP terparkir di jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kota Ambon tengah bergelut dengan masalah serius yakni tingginya produksi sampah.

Terdiri atas 5 kecamatan di dalamnya 20 Kelurahan, 20 Negeri, dan 10 Desa, menghasilkan volume sampah yang cukup signifikan.

Setiap harinya, kota ini menghasilkan sekitar 220 ton sampah, sementara kapasitas armada pengangkutan sampah sangat terbatas.

Sayangnya, kapasitas armada angkut sampah yang dimiliki pemerintah kota saat ini tidak mampu menampung seluruh volume sampah tersebut.

Baca juga: Segini Upah Petugas Kebersihan Kota Ambon: Penyapu Jalan Cuma Rp. 35 Ribu Per Hari

Baca juga: DPRD Ambon Desak Pemkot Tangani Krisis Sampah secara Maksimal

Armada pengangkutan sampah yang dimiliki pemerintah kota saat ini hanya terdiri dari 27 dump truk dan 38 unit tosa.

Jumlah ini dinilai jauh dari cukup untuk mengangkut seluruh sampah yang dihasilkan.

"Masalah utama yang kita hadapi adalah terbatasnya armada pengangkutan sampah," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Alfredo Hehamahua saat diwawancarai TribunAmbon.com, Selasa (12/11/2024).

Kondisi ini diperparah dengan usia armada yang sebagian besar sudah di atas 10 tahun.

"Apalagi, 60 persen dari armada yang kita miliki sudah berusia di atas 10 tahun. Kondisi ini tentu saja sangat menghambat kinerja pengangkutan sampah," keluhnya.

Tumpukan Sampah Sepanjang 100 Meter Lebih di Komplek Ahuru - Arbes, Kota Ambon, Kamis (07/11/2024).
Tumpukan Sampah Sepanjang 100 Meter Lebih di Komplek Ahuru - Arbes, Kota Ambon, Kamis (07/11/2024). (Haliyudin Ulima)

Dia menyebutkan keterbatasan armada menjadi kendala utama dalam pengelolaan sampah.

"Dengan jumlah armada yang ada, kita hanya mampu mengangkut sekitar 180 ton sampah per hari. Ini tentu saja jauh dari jumlah sampah yang dihasilkan," ujarnya.

Akibatnya, tumpukan sampah kerap terlihat di berbagai sudut kota, terutama di tempat pembuangan sementara (TPS).

Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan.

"Kami menyadari masalah sampah ini sangat kompleks dan membutuhkan penanganan yang serius. Selain keterbatasan armada, faktor lain seperti perilaku masyarakat dalam membuang sampah juga turut berkontribusi," tandasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved