Rabu, 8 April 2026

Pilwalkot Ambon

Debat Kedua Pilkada Ambon Batal Digelar di Jakarta

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ambon batalkan rencana gelaran debat kedua Pilkada Ambon di Menara Kompas Jakarta.

Mesya
Ketua KPU Ambon, Kaharudin Mahmud saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (29/10/2024). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ambon batalkan rencana gelaran debat kedua Pilkada Ambon di Menara Kompas Jakarta.

Ketua KPU Ambon, Kaharudin Mahmud mengatakan, hal itu berdasarkan hasil rapat pleno bersama Liaison Officer (LO) masing-masing Pasangan Calon (Paslon).

"Jadi, debat pertama pada tanggal 19 Oktober telah kita laksanakan di Ambon, kemudian sesuai dengan hasil rapat pleno, telah kita putuskan bahwa debat terbuka kedua akan dilaksanakan di Kota Ambon," kata Kaharudin, Selasa (29/10/2024).

Dijelaskan, keputusan bersama pun debat tahap kedua akan dilaksanakan pada 5 November 2024. 

Baca juga: WARNING! Kepala Desa dan Seluruh Perangkatnya Dilarang Terlibat dalam Kampanye Pilkada

Baca juga: Bawaslu Temukan 195 Kasus Pelanggaran Netralitas Kepala Daerah di 25 Provinsi, Termasuk di Maliku

Terkait dengan lokasi pelaksanaan debat sendiri, masih dalam tahapan koordinasi lebih lanjut.

Mengingat, ada dua lokasi yang ditentukan, yakni Gedung Islami Center dan Gedung Persisi milik Polda Maluku yang berlokasi di Tantui.

"Untuk pelaksanaan debat pertama telah kita evaluasi sehingga untuk tahap kedua ini, kita melihat dari sisi daya tampung, baik orang maupun kendaraan. Jadi masih alternatif dua tempat itu," ujarnya.

Terkait dengan tema debat, Kaharudin mengaku, pada debat tahap kedua ini lebih banyak dibandingkan dengan tahap pertama. 

Yaitu mencakup tentang penguatan ekonomi daerah, kesejahteraan sosial, sumber daya manusia dan teknologi pengelolaan sumber daya alam, lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan.

"Tema ini telah dibuat dan disusun oleh tim perumus. Terkait durasi, tekniknya sama dengan debat pertama, sesuai Juknis 1363. Dengan penelis tentu akan disesuaikan dengan tema, sesuai bidang ilmu," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved