Ambon Hari Ini
Ragam Topik Diskusi Pada Konferensi ICIR 6 di IAKN Ambon Menyasar Isu Kelompok Rentan
Konferensi yang berlangsung di Institusi Agama Kristen Negeri Ambon membuka beragam topik diskusi baik secara daring maupun
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kelangsungan hidup masyarakat adat menjadi salah satu konsen utama dalam pelaksanaan The 6th Internasional Conference and Consolidation on Indegenous Religion (ICIR 6) di Kota Ambon.
Konferensi yang berlangsung di Institusi Agama Kristen Negeri Ambon membuka beragam topik diskusi baik secara daring maupun luring, di antaranya:
- Democratizing Culture and Policies for Women Rights.
- Indigenous Response to Education, Religion, and Democracy.
- Religion, Climate Crisis, and Legal Certainty for Indigenous People and Environmental Sustainability.
- Digital Democracy, Rights, and Inclusion.
- Ecology, Development, and Everyday Democracy.
- Democratization through religious moderation and social media.
- Spirituality of the Indigenous People at Maluku.
- Being and Becoming the Penghayat in Social Media: Digital Inclusivity in a Polarized Society.
- Freedom of Religion and Belief.
- Gender and Democratic Resilience.
Baca juga: ICIR ke-6 di Ambon, Usung Isu Demokrasi Keseharian Warga Rentan
Kordinator ICIR Rumah Bersama, Syamsul Maarif menjelaskan diskusi digelar bersamaan secara paralel dengan topik yang berbeda-beda.
Namun, arahnya sama yakni berfokus pada masalah yang dialami kelompok rentan di Indonesia termasuk Maluku.
"Ada pararel section, ada tiga sesi yang berlangsung bersamaan offline dan juga online. Tema setiap sesi beragam karena isu yang diangkat dalam ICIR menyasar semua isu kelompok rentan. Seperti kepercayaan penganut leluhur masyarakat adat, tapi sebagai kelompok rentan juga berbagi isu dengan disabilitas, perempuan, anak dan sebagainya," ungkapnya saat diwawancarai TribunAmbon.com, Kamis (24/10/2024).
Selain diskusi, ICIR 6 melaunching buku berjudul 'Ketegangan Kebebasan dan Kerukunan Beragama di Indonesia'.
Puncaknya malam hari oleh penampilan Samra Dance, Musicalization of poetry dan Maku-Maku Dance.
Syamsul merasa senang karena akademisi dan mahasiswa turut aktif dalam pelaksanaan konferensi, juga kolaborasi jurnalis, aktivis serta masyarakat adat tanpa terkecuali pemerintah.
Baginya ICIR merupakan rumah bersama untuk memperjuangkan, mendengarkan dan memikirkan solusi terhadap jeritan rakyat.
"ICIR memfasilitasi akademisi, mahasiswa tetapi juga terbuka kepada publik karena ICIR adalah rumah bersama. Sesungguhnya demokrasi itu adalah kerelaan mendengarkan jeritan orang yang selama perjalanan hidupnya penuh derita dan bersama-sama memikirkan bagaimana kedepannya," tandasnya. (*)
HMI Komenis Unpatti Salurkan Bantuan tuk Korban Kebakaran di Hunuth dan Batu Merah |
![]() |
---|
Parkir Liar Kembali Marak di Kota Ambon: Oknum Pakai Rompi dan Peluit |
![]() |
---|
Lansia Kelurahan Lateri Sabet Juara Satu di Tiga Kategori Lomba HUT ke-450 Kota Ambon |
![]() |
---|
Hampir Sebulan Kasus Pencurian di SD Inpres Latta Belum Terungkap, Polisi Masih Selidiki |
![]() |
---|
Bersolek Layaknya Anak Muda, Puluhan Lansia Ikut Lomba Fashion Show Baju Papalele |
![]() |
---|